Risalah Mlangi: Forum Kiai Muda NU DIY Maklumatkan Fatwa Syuriah Sah dan Mengikat

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Gelombang penguatan supremasi Syuriah di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) terus menguat dari akar rumput.

Dalam pertemuan intensif forum bahsul masail yang berlangsung sejak Selasa (27/1/2026) siang hingga malam hari, puluhan para kiai dan gawagis (putra kiai) se-DIY berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falahiyah Mlangi, Sleman, untuk merumuskan sikap organisasi yang kemudian disebut sebagai "Risalah Mlangi."

Beberapa tampak hadir di antaranya, Gus Fahmi Basya, Gus Faqih Ali, KH Muhaimin, KH Ariful Haq Al-Mubarak, KH Aguk Irawan MN, KH Benny Sunan Kalijaga, KH Hamdanudin Mlangi, Gus Muhammad Habib, KH Salim Al-Azhari, Gus Muhammad Akib, KH Hasan Barir, KH Muhammad Yusuf, KH Rifqi Aziz Al-Ma'shum, Gus Riyadul Athwari, Gus Imam Nawawi, dan lainnya.

Forum Bahtsul Masail ini juga didukung kiai kharismatik Yogyakarta, KH Asyhari Abta, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalsari, dan Rais Syuriah PWNU DIY dua periode, yaitu pada masa khidmat 2011-2016 dan 2016-2021).

Secara khusus beliau menyoroti dinamika organisasi terkini dan menegaskan kembali posisi Syuriah sebagai otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan hukum dan kebijakan strategis di Nahdlatul Ulama sebagaimana diatur dalam Ad/rt pasal 14, ayat 3.

Sah dan mutlak

Juru bicara forum, Gus Fahmi Basya, yang juga pengasuh PP Al-Falahiyyah Mlangi, menegaskan Risalah Mlangi lahir dari keprihatinan para kiai muda terhadap potensi degradasi kepatuhan pada struktur Syuriah.

"Risalah Mlangi adalah maklumat dari para kiai muda NU DIY bahwa fatwa Syuriah adalah sah dan mengikat bagi seluruh warga Nahdliyin, tanpa terkecuali," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dia menambahkan, keputusan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut marwah organisasi yang didirikan untuk mengikuti bimbingan ulama (khitah).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|