REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sebuah rumah berukuran 4x5 meter seolah menjadi saksi bisu kala longsor menerjang permukiman di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Bencana longsor itu mengubur puluhan rumah dan jiwa yang kala itu sedang tertidur lelap.
Namun ada satu rumah di Kampung Pasirkuda, RT 01/10, Desa Pasirlangu yang masih berdiri kokoh dan selamat dari longsoran yang meluncur dari kaki Gunung Burangrang. Padahal jaraknya hanya sekitar 1 meter dari rumah terdekat yang luluh lantak diterjang longsor.
Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Sebelum longsor menerjang, hujan tak henti mengguyur Desa Pasirlangu dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir. Warga kian cemas karena listrik padam sebelum kejadian.
Ditengah kesunyian, getaran mulai dirasakan warga yang disusul dengan suara gemuruh. Ketika itu warga sedang tertidur lelap meski ada juga yang terjaga malam. Lalu dalam hitungan detik, seketika air bercampur tanah meluncur dari perbukitan di kaki Gunung Burangrang hingga mengubur pemukiman.
Dari 17 rumah yang berada di Desa Pasirkuda, RT 01/10, ada satu rumah yang lolos dari terjangan longsor. Sedangkan sisanya rata dengan tanah. Posisi rumah terlihat berada di tengah dan dikelilingi kebun sayur serta puing-puing bangunan rumah di sebelahnya yang sudah hancur diterjang tanah longsor.
Pada bagian jendela depan rumah tersebut tertempel dua stiker dari KPU Republik Indonesia dan KPUD Jabar. Tertulis dua nama pada stiker tersebut, ada nama Hadiansyah dan Wulan Oktaviani.
"Di wilayah saya ada 17 rumah dan yang selamat yang titik longsor di RT 01 cuma satu. Sisanya kena semua," kata Ai Yudiah, Ibu Ketua RW 10 Desa Pasirlangu, Jumat (30/1/2026).
Air mata Ai menetes kala menceritakan peristiwa pilu yang mengubur rumah dan warganya. Kala itu ia memang sedang tertidur namun masih cukup terjaga sehingga terdengar teriakan-teriakan histeris yang membuat suasana semakin mencekam. Ia yang masih terjaga langsung keluar rumah.
"Saya keluar rumah ada yang bilangnya gunung kebelah. Kami sangka gempa Sesar Lembang. Terus subuh itu kan biasanya suka ada aktivitas di kebun nuruin barang dan sebagainya," ujar Ai.
Dalam hitungan detik, seketika air bercampur tanah meluncur dari perbukitan di kaki Gunung Burangrang hingga mengubur pemukiman. Ai tak sanggup menggambarkan situasi kala itu. Namun yang pasti rumah-rumah warganya sudah terkubur dengana tanah.
"Situasinya mencekam, chaos warga pada histeris. Rumah udah pada ketimbun. Cuma satu itu yang selamat, sekarang udah mengungsi. Kalau yang saya alhamdulillah enggak kena juga, cuma agak sedikit jauh dari titik utama longsor meskipun masuk zona bahaya," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Bencana Longsor Desa Pasirlangu, total rumah yang rusak berat atau tertimbun mencapai 48 unit yang tersebar di Kampung Pasirkuning RT 05/11, Kampung Pasirkuda RT 01/11 dan Kampung Babakan Cibudah RT 06/07. Selain, sebanyak 158 jiwa terdampak langsung dalama peristiwa tersebut.
Dari total jiwa yang terdampak langsung, sebanyak 80 jiwa dinyatakan hilang. Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, sebanyak 55 body pack ditemukan hingga Kamis (29/1/2026). Sedangkan 25 jiwa tersisa masih dalam proses pencarian.
"Untuk yang keluarga rumah yang masih utuh itu sekarang udah ngungsi di rumah sodaranya," kata Ai.

2 hours ago
1















































