Perwakilan Demokrat Minnesota Ilhan Omar menghadiri perayaan Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Presiden AS Joe Biden di Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, DC, AS, (01/5/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON—Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, pada Selasa (27/1/2026) malam menjadi sasaran serangan dengan penyemprotan cairan berbau tajam.
Serangan dilakukan seorang pria di sebuah aula di Minneapolis, Minnesota, selama pertemuan yang membahas ketegangan kota tersebut akibat praktik-praktik yang dilakukan oleh pegawai imigrasi.
Sebuah video yang disiarkan situs New York Times menunjukkan Ilhan Omar, yang mewakili bagian dari negara bagian Minnesota, sedang berpidato dalam sebuah pertemuan umum ketika seorang pria yang duduk tepat di depan podium berlari ke arahnya dan menyemprotkan cairan berbau menyengat, sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas keamanan dan dikeluarkan dari ruang pertemuan.
Pria tersebut menggunakan suntikan semprot untuk menyerang Ilhan Omar sebelum akhirnya ditangkap oleh tim keamanan.
Juru bicara kepolisian Minneapolis, Trevor Falk, mengatakan penyerang tersebut telah ditangkap dan ditahan di penjara atas dugaan penyerangan terhadap anggota Kongres Ilhan Omar.
Meskipun diserang, Ilhan Omar tetap bersikeras melanjutkan pidatonya, dan setelah keluar dari ruangan dengan pengawalan petugas keamanan.
Sesaat setelah itu, dia memberikan keterangan pers. "Saya selamat dari perang, dan saya pasti akan selamat dari intimidasi dan semua yang orang-orang ini pikir bisa mereka lakukan padaku, karena saya kuat."
Beberapa saat sebelum serangan itu, Ilhan Omar menyerukan pembubaran Badan Imigrasi dan Bea Cukai serta pengadilan terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem yang mendapat banyak kritik karena pernyataan palsunya, menurut New York Times, terkait pembunuhan perawat Alex Breite (37) oleh pegawai federal di Minneapolis pada Sabtu lalu.

Anggota Kongres Demokrat dari Minnesota, Ilhan Omar, bergabung dengan serikat pekerja yang menyerukan gencatan senjata Israel di Gaza di luar Gedung Capitol AS di Washington, DC, AS, pada 14 Desember 2023. Ribuan warga Israel dan Palestina telah tewas sejak kelompok militan Hamas melancarkan serangan tak terduga terhadap Israel dari Jalur Gaza pada 7 Oktober, dan serangan Israel terhadap wilayah Palestina yang mengikuti serangan tersebut. - (EPA-EFE/JIM LO SCALZO)

3 hours ago
3














































