Siap Kerja Digital? UNM Tawarkan Jalur Siap Jadi Profesional

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah pesatnya transformasi digital, karier digital menjadi salah satu pilihan masa depan paling menjanjikan bagi generasi muda Indonesia.

Berbagai profesi baru bermunculan, mulai dari digital marketer, business analyst, content strategist, hingga digital entrepreneur. Kondisi ini menuntut kesiapan SDM yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memahami strategi bisnis berbasis digital.

Indonesia kini menikmati bonus demografi dengan Generasi Z sebagai kelompok usia produktif terbesar. Namun, tantangan utamanya bukan sekadar menjadi pengguna aktif teknologi, melainkan bagaimana mengubah kebiasaan digital menjadi karier digital yang berkelanjutan dan profesional.

Menjawab tantangan itu, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan pendekatan pendidikan yang praktis, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri. UNM menekankan, membangun karier digital tidak cukup hanya dengan teori, tapi harus didukung pengalaman nyata di dunia kerja.

Melalui Prodi Bisnis Digital, UNM membekali mahasiswa dengan kompetensi strategis, antara lain strategi pemasaran digital, e-commerce, analisis data bisnis, pemanfaatan teknologi dalam pengambilan keputusan, hingga pengembangan startup.

Kurikulum dirancang berbasis project-based learning, sehingga mahasiswa terbiasa menyelesaikan studi kasus riil industri. Selain itu, UNM punya Program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Kuliah hanya 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang profesional.

Program ini memastikan mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata sebelum lulus, membangun portofolio, memperluas jejaring, serta memahami budaya kerja industri digital.

Koordinator Marketing dan Komunikasi UNM Wawan Kurniawan, menegaskan, UNM tidak ingin mahasiswa hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pelaku utama di ekosistem digital.

“Gen Z sudah sangat akrab dengan dunia digital, tapi itu belum cukup. Di UNM, kami mengarahkan mahasiswa tidak hanya jago memakai teknologi, juga mampu mengubahnya jadi keahlian profesional dan sumber karier,’’ katanya dalam keterangan Jumat (30/1/2026).

Melalui Prodi Bisnis Digital dan program 3+1, jelas Wawan, mahasiswa lulus bukan hanya dengan ijazah, tapi dengan pengalaman industri nyata.

Menurutnya, kesenjangan dunia kampus dan dunia kerja masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Karena itu, UNM hadir sebagai career-oriented campus yang menjembatani sisi akademik dengan kebutuhan industri digital.

“Kami ingin mahasiswa UNM masuk dunia kerja dengan kepercayaan diri tinggi, punya portofolio, dan siap bersaing. Inilah konsep Kampus Digital Bisnis yang kami bangun,” tambahnya.

Dengan karakter Gen Z yang kreatif, adaptif, dan melek teknologi, UNM berperan sebagai enabler yang membantu mengubah potensi tersebut menjadi karier profesional di bidang digital.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|