Soal Desakan Pelucutan Senjata, Hamas: Kami tidak akan Tunduk pada Musuh yang Kejam Ini

2 hours ago 1

Anggota Brigade Izzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengambil bagian dalam parade gencatan senjata di Deir al-Balah, Jalur Gaza, Ahad, 19 Januari 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA— Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Suhail al-Hindi menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang berbicara tentang upaya melucuti senjata gerakan tersebut dari Jalur Gaza dengan cara yang mudah atau sulit.

Al-Hindi menegaskan, masalah senjata merupakan keputusan nasional Palestina yang terkait dengan berlanjutnya pendudukan.

Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa (28/1/2026) Israel saat ini berfokus pada pelucutan senjata Hamas di seluruh Jalur Gaza, menegaskan hal itu akan dilakukan dengan cara yang mudah atau sulit, menurutnya.

Al-Hindi mengatakan dalam wawancara dengan Aljazeera, dikutip Rabu (28/1/2026), dirinya mengikuti sebagian dari pidato Netanyahu, dan menganggap bahwa isi pidato tersebut termasuk dalam apa yang dia sebut sebagai narasi menyesatkan.

Narasi itu mencoba menggambarkan tentara Israel sebagai tentara yang bermoral dan manusiawi. “Padahal narasi tersebut tidak berdasar,” kata dia.

Al-Hindi menjelaskan bahwa masalah senjata tidak dapat dipisahkan dari realitas pendudukan. Masalah senjata adalah masalah nasional yang sangat penting dan keputusan tersebut adalah keputusan Palestina yang diambil oleh semua faksi Palestina dan rakyat Palestina.

“Selama masih ada pendudukan di atas tanah Palestina, maka pendudukan tersebut harus dilawan," kata dia menegaskan.

Al-Hindi menjelaskan, sisa senjata—jika ada—termasuk dalam kategori senjata pribadi untuk pertahanan diri. Bahkan jika ada senjata pribadi, senjata ini bukanlah senjata untuk menyerang, dan senjata ini ada di setiap rumah Arab dan setiap rumah di dunia ini untuk pertahanan diri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|