Tentrem Ing Rasa Ramadan 2026 Hadirkan Kolaborasi Chef Tiga Kota

5 hours ago 1

Tentrem Ing Rasa Ramadan 2026 Hadirkan Kolaborasi Chef Tiga Kota (kiri-kanan) Executive Chef Hotel Tentrem Jakarta, Ivan Mangundap; Executive Chef Hotel Tentrem Semarang, Alfi Ardian; Executive Chef Hotel Tentrem, Sky Lee, dan Executive Chef Hotel Tentrem Yogyakarta, Steve Tanudharma, dalam program "Tentrem ing Rasa Special" di Hotel Tentrem Yogyakarta, Jumat, (27/2 - 2026). Desi Suryanto/Harian Jogja.

JOGJA—Tentrem Group menghadirkan kolaborasi lintas kota dalam program Tentrem Ing Rasa Special Ramadan 2026. Program ini mempertemukan para chef dari Hotel Tentrem Yogyakarta, Hotel Tentrem Semarang, dan Hotel Tentrem Jakarta, yang menyuguhkan lima hingga enam menu spesial dengan karakter khas masing-masing kota.

Program Tentrem Ing Rasa Ramadan 2026 digelar secara bergiliran, yakni di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 27–28 Februari 2026, Hotel Tentrem Semarang pada 6–7 Maret 2026, serta Hotel Tentrem Jakarta pada 13–14 Maret 2026.

Cita Rasa Heritage dari Yogyakarta

Executive Chef Hotel Tentrem Yogyakarta, Steve Tanudharma, mengatakan Yogyakarta menghadirkan menu-menu heritage yang dikreasikan ulang tanpa meninggalkan keotentikan rasa.

Beberapa menu unggulan antara lain Ayam Ron Jati, ayam berbumbu khas Jawa yang dibungkus daun jati sebagai simbol kesederhanaan. Kemudian Oseng Klenyer, olahan sayuran klasik seperti tempe, melinjo, dan lidah sapi yang terinspirasi dari dapur rakyat.

Menu lainnya, Piyik Kasmaran, berupa semur burung dara muda yang melambangkan kelembutan rasa dan harmoni. Adapun menu paling spesial adalah Mangut Kalinting, lele asap dengan saus mangut yang sarat makna ketekunan dan kekuatan hidup.

“Paling spesial Mangut Kalinting. Lele kami asap menggunakan kayu pohon buah kelengkeng. Aromanya lebih wangi dibanding kayu lain,” ujar Steve saat ditemui di Hotel Tentrem Yogyakarta, Jumat (27/2/2026).

Untuk penutup, disajikan Perawan Kenes, kudapan manis berbahan pisang yang merepresentasikan keceriaan dan keanggunan perempuan Jawa, serta Manuk Nom, puding buah yang segar dan lembut.

Steve menegaskan, meski menu-menu ini juga dibawa ke Semarang dan Jakarta, cita rasa Jogja tetap dijaga dengan penyesuaian agar dapat diterima lidah tamu lintas kota. “Cita rasa Jogjanya tetap ada, hanya disesuaikan,” katanya.

Akulturasi Kuliner Khas Semarang

Sementara itu, Executive Chef Hotel Tentrem, Sky Lee, menghadirkan lima menu khas Semarang yang sarat akulturasi budaya.

Menu tersebut antara lain Mie Kari Ayam Peranakan, hasil perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Nusantara. Ada pula Popiah, hidangan vegetarian yang khusus Ramadan diberi sentuhan udang.

“Isinya bengkuang, udang, telur, dan sayur dengan kulit yang kami buat sendiri, jadi teksturnya sangat crispy,” ucap Sky Lee.

Menu lain yang disajikan yakni Ikan Kakap Goreng Saus Nyonya Style, Tahu Gimbal Udang Windu sebagai ikon kuliner Semarang, serta Salmon Pindang, interpretasi modern dari teknik pindang tradisional dengan bahan premium.

“Pindang salmon ini khas Semarang, tetapi dibuat lebih eksklusif menggunakan salmon,” jelasnya.

Sentuhan Metropolitan dari Jakarta

Dari Jakarta, Executive Chef Hotel Tentrem Jakarta, Ivan Mangundap, menyuguhkan menu bertema metropolitan dengan pengaruh internasional.

Menu tersebut meliputi Ikan Panggang Garam Mediterania, Nugget Kembang Kol Harissa, Ayam Panggang Lemon, Salad Bebek Asap, serta Iga Sapi Kari Rogan Josh yang kaya rempah.

“Jakarta adalah kota dengan akulturasi budaya yang sangat tinggi sekaligus international city. Karena itu kami membawa sentuhan Middle East dalam menu-menu ini,” ujarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|