Tersisa 20 Jiwa Belum Ditemukan, Pencarian Korban Longsor Berlanjut Sepekan Lagi

3 hours ago 3

Operasi lanjutan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (30/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berakhir pada Jumat (30/1/2026) atau hari ketujuh sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, pencarian korban tersisa yang masih tertimbun longsor bakal dilanjutkan hingga sepekan ke depan mengikuti masa tanggap darurat bencana longsor yang sudah ditetapkan Pemkab Bandung Barat.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total sebanyak 60 body pack dari titik longsor. Semua temuan jenazah itu sudah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. "Sampai dengan hari ke-7 ini, jumlah korban yang telah dievakuasi mencapai 60 body pack. Saat ini masih ada 20 orang yang menjadi target pencarian," kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii kepada wartawan.

"Kami memutuskan operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilaksanakan dengan pelibatan maksimal semua unsur. Mudah-mudahan, sebelum 14 hari tanggap darurat yang dideklarasikan pemerintah daerah berakhir, seluruh korban sudah ditemukan," ujar Syafii menambahkan.

Berbagai kekuatan sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Desa Pasirlangu. Di antaranya lima helikopter, 1 pesawat fix wings, serta 22 unit drone yang melakukan operasi dari udara.

"Dari unsur darat tercatat lebih dari 3.000 personel SAR yang tergabung, khususnya dari TNI dan Polri. Untuk K-9 terdapat 22 unit yang dilibatkan, sementara alat berat gabungan dari Kementerian PU, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan TNI-Polri berjumlah 17 unit," ujar dia.

Syafii pun mengungkap kendala selama sepekan operasi SAR gabungan untuk mencari korban. Cuaca buruk hingga medan yang menantang dinilai sedikit memghambat proses pencarian. Namun, dia memastikan proses pencarian akan tetap dilakukan maksimal dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan Tim SAR gabungan.

"Unsur darat juga memiliki keterbatasan pandangan dan peralatan, sehingga harus beristirahat. Meski posko tetap aktif untuk koordinasi, assesmen, evaluasi, dan perencanaan operasi selanjutnya," kata Syafii.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|