Trump Umumkan Operasi Militer AS di Iran, Tegaskan Ancaman Nuklir

4 hours ago 1

Trump Umumkan Operasi Militer AS di Iran, Tegaskan Ancaman Nuklir Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, ISTANBUL—Operasi militer AS di Iran diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan alasan melindungi warga Amerika dari ancaman yang disebutnya mendesak. Langkah tersebut terjadi di tengah situasi keamanan kawasan yang memanas seusai serangan Israel lebih dulu dilaporkan terjadi di Iran.

Trump menyampaikan bahwa militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur berskala besar yang menargetkan ancaman dari pemerintah Iran. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Truth Social miliknya.

“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” kata Trump, Sabtu (28/2/2026).

“Iran dengan aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” tambah Trump.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan komitmen Washington untuk menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk sistem rudal, industri persenjataan misil, hingga kekuatan angkatan lautnya. Ia kembali menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” ujarnya.

Selain menargetkan kekuatan militer, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan bertindak terhadap kelompok proksi yang dianggap mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah. Ia menyinggung penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang menurutnya telah melukai dan menewaskan ribuan orang, termasuk warga Amerika.

Trump juga kembali menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir sebagai bagian dari kebijakan utama pemerintahannya dalam menjaga keamanan global.

Ia merujuk pada sejumlah peristiwa konflik yang melibatkan Iran, termasuk pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Tehran pada 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika, serta serangan terhadap USS Cole pada 2000. Trump juga mengeklaim bahwa pasukan Iran telah menyebabkan korban di kalangan militer Amerika di Irak.

“Proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, serta terhadap kapal angkatan laut dan kapal komersial AS di jalur pelayaran internasional,” katanya.

“Itu adalah teror massal,” ujar Trump. “Kami tidak akan menoleransinya lagi. Dari Lebanon hingga Yaman dan dari Suriah hingga Irak, rezim tersebut telah mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris.”

Trump menyebut Iran sebagai penyokong terorisme terbesar di dunia dan menuduh pemerintah negara tersebut melakukan kekerasan terhadap warganya sendiri saat aksi protes. Ia menegaskan kembali bahwa kebijakan Amerika Serikat sejak lama adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Operasi militer AS di Iran ini disebut menjadi bagian dari strategi tersebut, sekaligus mempertegas posisi Washington dalam dinamika konflik kawasan Timur Tengah yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|