Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mengungkapkan konsumsi listrik nasional selama periode libur Idulfitri 2025 diperkirakan akan menurun dibandingkan kondisi hari normal. Pasalnya, hampir semua kegiatan ekonomi, seperti bisnis, industri, pekantoran akan tutup selama periode liburan tersebut.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi mengatakan, rata-rata beban listrik nasional selama periode liburan Idulfitri 2025 ini hanya sekitar 45 Giga Watt (GW), lebih rendah dari daya mampu sebesar 67 Giga Watt (GW).
Bahkan, di hari raya Idulfitri konsumsi akan lebih turun lagi, diperkirakan menjadi hanya sekitar 33 GW.
"Karena pada hari raya hampir seluruh kegiatan ekonomi tidak berlangsung. Pada saat itu sistem pengendalian juga dilakukan secara khusus," ungkapnya dalam Program Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (26/3/2025).
Namun demikian, menurutnya masih ada beberapa wilayah di RI yang mengalami peningkatan konsumsi listrik saat periode libur Lebaran 2025 ini. Wilayah tersebut khususnya yaitu wilayah tujuan mudik dan tempat-tempat wisata.
Dia mengatakan, wilayah tujuan mudik masyarakat selama momen lebaran seperti Jawa Tengah dan Bali akan mengonsumsi listrik lebih tinggi dibandingkan hari biasanya.
"Yang beban paling tinggi adalah tempat-tempat mudik ya. Kalau kita biasanya Jawa Tengah, itu tempat mudik. Kemudian juga tempat-tempat wisata, seperti Bali, itu biasanya akan meningkat," katanya.
Dengan demikian, pihaknya pun sudah mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik pada wilayah-wilayah tersebut. Tak hanya itu, pihaknya pun akan meningkatkan keamanan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
"Jadi untuk secara umum PLN, karena masa siaga inilah masa yang khusus, kita mengubah pola operasi kita yang tadinya pola operasi optimal menjadi pola operasi andal yang kita sebut," imbuhnya.
Evy mengungkapkan bahwa pada pola operasi yang dilakukan oleh pihaknya, perusahaan akan mengutamakan pembangkit listrik yang memiliki respons cepat untuk bisa mengantisipasi perubahan beban konsumsi listrik.
Sedangkan untuk daerah-daerah yang menjadi prioritas, Evy menyebutkan pihaknya akan melakukan berbagai tindakan khusus.
"Seperti misalkan daerah-daerah itu, seperti masjid tadi, selain juga daerah, itu kita gunakan satu sistem pengamanan yang ditambahkan misalkan dengan UPS (Uninterruptible Power Supply). Ada backup genset di sana, misalkan ada tempat-tempat yang adanya acara khusus di sana. Kita siapkan juga posko," jelasnya.
Posko tersebut, kata Evy, akan menjaga daerah yang diprioritaskan untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan sistem kelistrikan selama lebaran Idulfitri.
"Posko-posko inilah yang kemudian menjaga daerah-daerah yang menjadi prioritas tadi dari gangguan-gangguan yang mungkin terjadi. Jadi seperti itu kita memperlakukan prioritasi daerah," tandasnya.
(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: PLN Ramal Beban Listrik Turun 30% Saat Lebaran
Next Article Video: 2024, PLN Pede Bisa Jual Listrik Hingga 307,23 Terawatt Hour