
Foto ilustrasi rapat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 345 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dipastikan memasuki masa pensiun sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, profesi guru menjadi kelompok terbanyak yang akan purna tugas sehingga berpotensi memicu kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kulonprogo mencatat, sebanyak 107 PNS akan pensiun terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Agustus hingga 1 Desember 2026. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), khususnya di sektor pendidikan.
Pemkab Kulonprogo Kesulitan Penuhi Kebutuhan ASN
Kepala BKPSDM Kulonprogo, Sudarmanto, mengatakan jumlah formasi ASN yang diajukan setiap tahun masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan. Bahkan pada 2026, usulan formasi pegawai baru dibatasi karena belanja pegawai Pemkab Kulonprogo sudah melampaui 30 persen.
“Rata-rata pengisian PNS kita kurang dari 200 orang per tahun. Bahkan tahun ini, karena belanja pegawai sudah melebihi 30 persen, kami hanya mengajukan formasi di bawah 100 orang. Ini menjadi prioritas utama kami untuk mencukupi kebutuhan ASN,” jelas Sudarmanto kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Guru Mendominasi PNS yang Pensiun
Sudarmanto menjelaskan, dari total 107 PNS yang pensiun pada periode Agustus hingga Desember 2026, sebagian besar merupakan tenaga fungsional guru. Selain itu, terdapat pula pejabat tinggi pratama hingga pegawai pelaksana di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Salah satu pejabat yang akan memasuki masa pensiun tahun ini ialah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Trenggono Trimulyo.
“Rinciannya jabatan tinggi pratama satu orang, fungsional guru 62 orang, jabatan pelaksana 24 orang, pengawas sembilan orang, fungsional lainnya sembilan orang dan administrator dua orang,” lanjut Sudarmanto.
Disdikpora Siapkan Regrouping Sekolah
Banyaknya guru yang memasuki masa pensiun diperkirakan memperparah kekurangan tenaga pengajar di Kulonprogo. Pasalnya, sebelum adanya gelombang pensiun pun sejumlah sekolah di wilayah tersebut sudah mengalami keterbatasan guru.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Nur Hadiyanto, mengatakan salah satu langkah yang disiapkan untuk mengatasi kondisi tersebut ialah melakukan regrouping sekolah. Selain itu, Disdikpora juga akan menerapkan penambahan jam mengajar bagi guru di lebih dari satu sekolah.
“Dengan surat perintah tambahan, jadi ada guru yang ngajarnya dua sekolah itu untuk upaya mengatasi kekurangan guru,” ungkapnya.
ASN Diingatkan Tetap Produktif Setelah Pensiun
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar, meminta para ASN yang akan memasuki masa purnatugas memanfaatkan sisa masa pengabdian dengan baik sebagai bentuk ibadah dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga berharap para pensiunan tetap sehat dan aktif berkontribusi di lingkungan sosial setelah tidak lagi bertugas sebagai aparatur sipil negara.
Menurut Ambar, pensiun bukan akhir dari pengabdian. Para pensiunan diharapkan tetap terlibat dalam kegiatan sosial, menjaga kerukunan, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































