UMKM Teras Malioboro Dilatih Teknik Ubah Pengunjung Jadi Pembeli

1 hour ago 1

UMKM Teras Malioboro Dilatih Teknik Ubah Pengunjung Jadi Pembeli

Pelatihan bertajuk "Mengubah Pengunjung Menjadi Pembeli" pada 4–6 Mei 2026. /dok-istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ramainya kunjungan wisatawan di kawasan Teras Malioboro ternyata belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan penjualan pelaku UMKM. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM DIY melalui Balai Layanan Usaha Terpadu (BLUT) KUMKM DIY menggelar pelatihan strategi penjualan bagi tenant Teras Malioboro pada 4–6 Mei 2026.

Pelatihan bertajuk “Mengubah Pengunjung Menjadi Pembeli” itu diikuti 40 pelaku UMKM dari tenant Teras Malioboro Indra, Ketandan, dan Beskalan. Program tersebut didanai melalui Dana Keistimewaan DIY sebagai upaya memperkuat daya saing UMKM di kawasan wisata Malioboro.

UMKM Tak Cukup Andalkan Produk

Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, mengatakan pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Menurut dia, kemampuan membangun komunikasi dengan pelanggan menjadi faktor penting untuk meningkatkan transaksi penjualan.

“Di situlah letak daya saing yang sesungguhnya,” ucap Wisnu Hermawan dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan materi secara menyeluruh mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan, pelayanan pelanggan, komunikasi efektif, hingga teknik penjualan.

Pada hari pertama, peserta diarahkan untuk mengubah pola pendekatan dari pasif menjadi lebih aktif dalam menarik perhatian pengunjung. Selain itu, peserta juga memperoleh materi pelayanan prima atau service excellence guna membangun pengalaman positif pelanggan agar mendorong loyalitas dan pembelian ulang.

“Hari pertama ditutup dengan penguatan komunikasi pembuka sebagai strategi awal dalam menciptakan interaksi yang efektif dengan calon pembeli,” jelasnya.

Belajar Teknik Komunikasi dan Penjualan

Memasuki hari kedua, pelatihan UMKM Teras Malioboro difokuskan pada kemampuan komunikasi dan strategi penjualan. Peserta dibekali keterampilan berbicara secara efektif kepada pelanggan serta memahami tahapan proses transaksi, mulai dari mengenali kebutuhan hingga mengarahkan calon pembeli untuk mengambil keputusan membeli.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang cara menangani keberatan pelanggan sebagai bagian dari strategi komunikasi untuk memperbesar peluang transaksi penjualan.

“Peserta juga mendapatkan materi terkait penanganan keberatan pelanggan sebagai bagian dari strategi komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat peluang terjadinya pembelian.”

Perkuat Branding dan Strategi Negosiasi

Pada hari terakhir, pelatihan diarahkan pada penguatan strategi penjualan berkelanjutan. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik negosiasi harga agar nilai produk tetap terjaga tanpa kehilangan daya saing di pasar.

Selain itu, pelaku UMKM juga dibekali materi personal branding untuk membangun identitas usaha yang berbeda di tengah persaingan produk serupa di kawasan Malioboro.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong perubahan pola pikir dan praktik penjualan pelaku UMKM di Teras Malioboro,” lanjutnya.

Pedagang Akui Dapat Sudut Pandang Baru

Salah satu peserta pelatihan, Supriyono, mengaku memperoleh wawasan baru dalam menjalankan usaha setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, selama ini banyak pedagang hanya menunggu pembeli datang tanpa membangun komunikasi aktif.

“Selama ini pedagang cenderung menunggu pembeli datang, tetapi dari pelatihan ini jadi paham bagaimana cara menyapa, membangun komunikasi, sampai mengarahkan pembeli agar yakin untuk membeli. Ini sangat membantu untuk langsung diterapkan di lapak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|