DPR Filipina Setujui Pemakzulan Sara Duterte

3 hours ago 1

Harianjogja.com, MANILA—Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali menghadapi proses pemakzulan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina menyetujui pengajuan pasal pemakzulan terhadap dirinya, Senin (11/5/2026).

Persetujuan tersebut membuka jalan bagi Senat Filipina untuk menggelar sidang pemakzulan yang akan menentukan nasib politik Sara Duterte. Termasuk potensi kemungkinan Sara Duterte dicopot dari jabatan sebagai wakil presiden.

255 Anggota DPR Dukung Pemakzulan

Sebanyak 255 dari total 318 anggota majelis rendah mendukung pengajuan pasal pemakzulan terhadap Sara Duterte. Jumlah itu melampaui syarat konstitusional minimal sepertiga suara untuk membawa kasus ke Senat Filipina.

Senat nantinya akan bertindak sebagai pengadilan pemakzulan guna memutuskan apakah Sara Duterte terbukti bersalah dan layak diberhentikan dari jabatannya.

Apabila terbukti bersalah dalam sidang tersebut, Sara Duterte juga berpotensi mendapat larangan permanen untuk menduduki jabatan publik di Filipina.

Diduga Salahgunakan Dana Publik

Dalam proses pemakzulan ini, Sara Duterte menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk dugaan penyalahgunaan dana publik dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., yang sebelumnya merupakan sekutu politiknya.

Kasus ini menjadi upaya pemakzulan kedua terhadap Sara Duterte setelah proses sebelumnya batal berlanjut ke Senat akibat putusan Mahkamah Agung Filipina yang menyatakan terdapat pelanggaran prosedur.

Hubungan Duterte dan Marcos Memburuk

Polemik politik antara keluarga Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. terus memanas sejak keduanya memenangkan pemilu Filipina pada 2022 silam. Hubungan tersebut terus memburuk.

Ketegangan meningkat setelah pemerintahan Marcos menyerahkan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, ayah Sara Duterte, kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag.

Rodrigo Duterte kini ditahan sambil menunggu proses persidangan terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kebijakan perang melawan narkoba selama masa pemerintahannya.

Pemakzulan Dinilai Pengaruhi Pilpres 2028

Proses pemakzulan terhadap Sara Duterte dinilai dapat berdampak besar terhadap peta politik Filipina menjelang pemilihan presiden 2028. Pasalnya peta perpolitikan cenderung berubah.

Kasus tersebut disebut berpotensi memengaruhi peluang Sara Duterte untuk kembali maju dalam kontestasi politik nasional di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|