Drone Iran Jadi Andalan Rusia Bombardir Ukraina, Kini Teknologinya Mau Ditawarkan ke Indonesia

3 weeks ago 4

Drone Shahed 136 milik Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Drone buatan Iran, Shahed bersama 'saudaranya' Geran-2 dilaporkan mendominasi perang di Ukraina dan meneror warga Ukraina selama empat tahun terakhir. Untuk kepentingan perang melawan Ukraina, seperti dilaporkan Forces News belum lama ini, Shahed-136 menjadi drone paling diandalkan oleh Rusia.

Rusia dilaporkan telah meluncurkan sekitar 50 ribu drone Shahed ke Ukraina. Demi memenuhi kebutuhan perangnya, Kremlin memproduksi 2.000 drone setiap bulannya. Dan dengan bantuan China, kapasitas produksi bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

Shahed-136 terkenal efektif dan efisien dengan ongkos produksi dikabarkan 'hanya' 35 ribu dolar AS per unitnya. Rusia bahkan juga membuat versi yang lebih murah dinamakan Gerbera yang dilengkapi dengan sistem peluncur rudal.

Ditemukan bukti bahwa di medan perang melawan Ukraina, Rusia berhasil memperlengkapi Shahed-136 dengan rudal udara-ke-udara R60. Rudal itu mampu menangkap gelombang panas di udara dari pesawat musuh dan diluncurkan hingga jarak 95 kilometer.

Pengembangan oleh Kremiln kemungkinan sebagai adaptasi atas berkembangkan sistem intersep drone yang dikerahkan oleh Ukraina. Kiev, dibantu negara Barat, dilaporkan menemukan metode berbeda untuk menghancurkan drone-drone Shahed yang dikirim oleh Rusia.

Untuk memburu Shahed-136, Ukraina menggunakan pesawat tua Yak-52 dan juga mengerahkan jet tempur F-16. Selain itu, Ukraina juga mempersenjatai helikopter-helikopter mereka dengan senapan mini M134 buatan AS untuk menembak jatuh Shahed-136.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|