Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI dan Jepang menggelar pertemuan bilateral di Gedung Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2026). Kedua Menhan itu pun sepakat menandatangani perjanjian untuk memperluas kerja sama pertahanan kedua negara.
Dikutip dari Nippon.com, kedua negara akan membentuk kerangka kerja untuk dialog antara pejabat pertahanan mereka, yang disebut Mekanisme Dialog Pertahanan Terpadu. Di bawah kerangka kerja tersebut, pejabat setingkat wakil menteri akan membahas isu-isu kebijakan, dan pejabat setingkat kepala staf akan fokus pada operasi unit.
Selama pertemuan yang berlangsung tertutup bagi awak media, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menjelaskan, revisi terbaru dari tiga prinsip Jepang tentang transfer peralatan pertahanan dan pedoman implementasinya untuk memungkinkan negeri Matahari Terbit mengekspor senjata mematikan. Dalam catatan Republika, Indonesia termasuk dalam daftar 17 negara mitra yang bisa membeli senjata dari Jepang.
"(Menhan RI) Sjafrie menyambut baik revisi tersebut, karena pemerintah Indonesia tertarik untuk membeli kapal selam bekas dari Angkatan Laut Bela Diri Jepang," demikian keterangan tersebut. Kedua Menhan juga sepakat untuk membentuk kelompok kerja untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan.

3 hours ago
1

















































