REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aparat keamanan Spanyol menggagalkan penyelundupan kokain dalam jumlah besar di Samudra Atlantik, dengan estimasi sitaan mencapai 35 hingga 40 ton. Jika dikonfirmasi, jumlah tersebut berpotensi menjadi salah satu penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah internasional.
Operasi dilakukan oleh Guardia Civil di perairan internasional lepas Kepulauan Canary pada Jumat. Dalam operasi tersebut, sekitar 20 orang dilaporkan ditangkap setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat.
Aparat gabungan Asociación Unificada de Guardias Civiles (AUGC/Asosiasi Terpadu Garda Sipil), menyebut ruang kargo kapal dipenuhi bal-bal kokain. Mereka menggambarkan temuan ini sebagai “penyitaan bersejarah” mengingat volumenya yang sangat besar.
Kapal tersebut diketahui berlayar dari Freetown, ibu kota Sierra Leone, menuju Benghazi di Libya. Namun, berdasarkan pola operasi sebelumnya, otoritas menduga kokain tersebut tidak ditujukan untuk dibongkar di Libya.
Sumber keamanan memperkirakan narkoba itu akan dipindahkan ke kapal-kapal yang lebih kecil sebelum didistribusikan ke berbagai negara di Eropa. Metode ini dinilai lebih efektif untuk menghindari deteksi, dibandingkan membongkar muatan dalam jumlah besar di satu pelabuhan.
“Bongkar muat dalam skala seperti ini di satu lokasi akan memicu kecurigaan. Biasanya operasi dilakukan secara terfragmentasi melalui jaringan internasional,” ujar sumber dari AUGC, sebagaimana diberitakan Euro dan sejumlah kantor berita Eropa pada Senin (5/5/2026).
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menyatakan bahwa penyitaan tersebut termasuk yang terbesar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut karena penyelidikan masih berada di bawah kerahasiaan hukum.
Otoritas Spanyol juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail operasi, mengingat adanya perintah pengadilan yang membatasi pengungkapan informasi.
Secara geografis, posisi Spanyol yang memiliki hubungan historis kuat dengan Amerika Latin serta kedekatannya dengan Maroko, salah satu produsen ganja terbesar, menjadikannya pintu masuk utama narkoba ke Eropa.
Sebelumnya, pada 2024, otoritas Spanyol menyita 13 ton kokain dari kapal kontainer asal Ekuador di pelabuhan Algeciras, yang saat itu menjadi rekor nasional.
Pada Januari tahun ini, penyitaan besar lainnya juga terjadi di laut, dengan hampir 10 ton kokain ditemukan di sebuah kapal.
Rangkaian kasus ini menunjukkan bahwa jalur maritim masih menjadi rute utama dalam perdagangan narkoba global, dengan jaringan lintas negara yang semakin kompleks dan terorganisir.
Evolusi Rute Perdagangan Kokain Global
Perubahan pola penyelundupan narkoba global semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tekanan aparat di jalur tradisional Karibia. Sindikat internasional kini mengalihkan rute distribusi ke kawasan Afrika Barat sebagai jalur alternatif menuju Eropa.

2 hours ago
1

















































