REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI menggelar pertemuan dengan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi di Gedung Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Senin (4/4/2026) siang WIB. Sebelum itu, kedatangan Koizumi disambut upacara militer jajar kehormatan di Kemenhan.
Saat berjalan di depan pasukan pengibar bendera kedua negara, Menhan RI memberikan hormat dan Menhan Jepang membungkukkan badan. Setelahnya, keduanya saling menyalami delegasi Kemenhan RI dan Jepang. Setelah berjalan di lorong, Koizumi mengisi buku tamu di dampingi Sjafrie.
Uniknya, keduanya memilih menyampaikan joint statement sebelum mengadakan pertemuan bilateral yang berlangsung tertutup bagi awak media. Sebelum menggelar rapat tertutup, Sjafrie sempat menjelaskan sejarah Patung Jenderal Besar Sudirman kepada Koizumi. Barulah setelah itu, keduanya berbicara di hadapan awak media.
Sjafrie menyampaikan, atas nama pemerintah RI, Kemenhan, dan TNI, ia mengucapkan selamat datang kepada Koizumi. Adapun Koizumi sudah tiba di Jakarta pada Ahad (3/5/2026), dan diajak Sjafrie terbang ke Bali untuk menikmati cultural visit. Sehari di Pulau Dewata, kemudian keduanya balik ke Jakarta untuk menggelar pertemuan secara resmi.
"Kami mengadakan suatu kegiatan di Bali dan hari ini kami bertemu secara resmi. Sebagaimana diketahui bahwa hubungan antara Indonesia-Jepang bagi kami sudah merupakan historical background yang sudah dilaksanakan sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945," kata Sjafrie kepada awak media.
Dia mengungkapkan, semangat disiplin dari prajurit yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI), diperoleh saat mendapatkan pelatihan dan pendidikan dari Pembela Tanah Air (PETA). Adapun prajurit PETA merupakan hasil didikan tentara Jepang.
"Hari ini tanggal 4 Mei kita mengadakan suatu pertemuan pertama Indonesia-Japan Defense Ministers' Meeting tahun 2026 dan juga sekaligus menunjukkan bahwa kami melakukan hal ini berdasarkan mutual respect dan mutual benefit, mutual advantage antara Indonesia dan Jepang khususnya di Kementerian Pertahanan dari kedua negara," ucap Sjafrie.
Dia menyebut, pertemuan dengan Koizumi berisi pertukaran pandangan secara konstruktif mengenai pembangunan pertahanan kedua negara. Sjafrie menyampaikan, RI dan Jepang bakal saling bekerja sama di dalam hubungan kemanusiaan dan untuk mengatasi bencana alam.
"Pada hari ini kami akan menandatangani Defence Cooperation Agreement antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang sebagai salah satu instrumen di dalam memperkuat kerangka kerja sama di bidang kegiatan pertahanan antara kedua negara," kata Sjafrie yang dalam pertemuan didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Menurut Sjafrie, ia dan Koizumi sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel antara kedua negara. Tentu saja semua itu dilakukan dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing.
"Kami juga sudah melakukan pertukaran pikiran sejak berada di Bali sampai dengan pagi ini bahwa kita memang perlu untuk tukar-menukar informasi tentang perkembangan strategis dan kita harus menunjukkan bahwa kita menghormati kepentingan nasional masing-masing dan menghormati konstitusi yang berlaku di negara kami antara Indonesia dan Jepang," jelas Sjafrie.

5 hours ago
3

















































