Met Gala 2026 Tuai Protes Setelah Disponsori Jeff Bezos

2 hours ago 1

Filantropis Lauren Sanchez Bezos berpose di karpet merah Met Gala 2026, di New York, Selasa (5/5/2026). Met Gala tahun ini menuai kritik karena sponsor dari suami Lauren, pemilik Amazon Jeff Bezos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ajang mode paling bergengsi di dunia, Met Gala, tahun ini menghadapi gelombang penolakan. Keputusan menunjuk pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan istrinya Lauren Sanchez Bezos sebagai ketua kehormatan memicu kritik luas, baik di jalanan maupun media sosial.

Met Gala dikenal sebagai pesta eksklusif yang menampilkan kemewahan dan deretan selebritas dunia, dengan harga tiket mencapai 100 ribu dolar AS. Namun, tahun ini acara tersebut diterpa sentimen anti-kelompok kaya yang menguat di Amerika Serikat, khususnya di New York City, lokasi penyelenggaraan acara.

Dilansir dari The New York Times, Selasa (5/5/2026), penolakan terhadap Bezos muncul tak lama setelah pengumuman pada Februari lalu. Gelombang kritik semakin menguat ketika wali kota New York yang baru terpilih, Zohran Mamdani, menyatakan tidak akan menghadiri acara tersebut dengan alasan fokus pada isu keterjangkauan biaya hidup.

Menjelang pelaksanaan gala, kampanye anti-Bezos marak di jalanan, kereta bawah tanah, hingga media sosial. Sejumlah pengguna bahkan menjuluki acara ini sebagai “Amazon Prime Gala” atau “Bezos Ball”.

Kelompok aktivis gerilya bernama Everyone Hates Elon turut menyerukan boikot. Mereka menggelar berbagai aksi, termasuk menempel poster di fasilitas umum hingga menaruh ratusan botol berisi cairan menyerupai urin di dalam Metropolitan Museum of Art, lokasi acara berlangsung.

Aksi tersebut merujuk pada keluhan pekerja Amazon terkait kondisi kerja.

Tak hanya itu, sehari sebelum acara, kelompok tersebut memproyeksikan pesan protes di gedung-gedung ikonik seperti Empire State Building dan Chrysler Building. Salah satu pesan berbunyi, “Jika Anda bisa membeli Met Gala, Anda bisa membayar pajak lebih.”

Sejumlah pengamat dan tokoh publik juga ikut mengkritik. Influencer Blakely Thornton menyebut acara tersebut sebagai “pertunjukan badut yang diatur oligarki”. Sementara aktivis dan aktris Cynthia Nixon menilai Met Gala memberikan citra positif yang tidak semestinya bagi Bezos.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|