REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Triple A melaju hingga babak final Kompetisi Nasional Indonesian Creative and Information Technology Student Competition (IndoCEISS) 2026 pada kategori UI/UX Design, Selasa (30/6/2026).
Tim Triple A mengusung inovasi EcoSync, platform pengolahan limbah menjadi nilai tambah berbasis blockchain yang dirancang untuk menghadirkan sistem pengelolaan bank sampah yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, tim beranggotakan Afra Nur Rafifah dan Aqil Syafiq Ramadhan dari Program Studi (Prodi) Informatika, Muhammad Ahsan Rizqi dari Prodi Sistem Informasi melewati tahap seleksi awal dan mewakili UNM pada kompetisi tingkat nasional tersebut.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNM, Dr Anton menyampaikan apresiasi atas pencapaian tim yang berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami mengucapkan selamat kepada Tim Triple A yang berhasil melaju ke tahap final dan berkompetisi di ajang bergengsi IndoCEISS 2026 melalui inovasi EcoSync,’’ katanya dalam keterangan yang dilansir, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, platform ini membuktikan, mahasiswa UNM mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya unggul dari sisi desain antarmuka dan pengalaman pengguna, juga memberikan kontribusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Prodi Informatika (S1) UNM Arfhan Prasetyo menilai keberhasilan ini bukti pembelajaran di Prodi Informatika tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, juga mendorong mahasiswa menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut dia, UNM terus mendorong mahasiswa mengembangkan solusi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
EcoSync menjadi contoh bagaimana kompetensi pemrograman, desain, dan pemahaman terhadap permasalahan sosial dapat dipadukan menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat sekaligus daya saing di tingkat nasional.
‘’Prestasi ini juga menunjukkan mahasiswa Informatika UNM siap berkompetisi di era transformasi digital,” jelas Arfhan.
Selanjutnya, Ketua Prodi Sstem Informasi UNM, Dr Sukmawati Anggraeni Putri menambahkan, kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu faktor penting di balik lahirnya EcoSync.
Kolaborasi antara Prodi Informatika dan Sistem Informasi dalam Tim Triple A membuktikan mahasiswa UNM mampu bekerja secara multidisiplin.
Kompetensi UI/UX Design yang dimiliki Muhammad Ahsan Rizqi melengkapi kemampuan teknis rekan-rekannya di Prodi Informatika sehingga menghasilkan platform EcoSync yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Ia menegaskan, ini menjadi bukti, UNM berhasil mencetak talenta digital yang siap bersaing di tingkat nasional.
Kompetisi Nasional IndoCEISS 2026 merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi dalam bidang teknologi informasi dan industri kreatif digital.
Pada kategori UI/UX Design, peserta ditantang menghadirkan rancangan antarmuka yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pengguna yang optimal serta menawarkan solusi atas permasalahan nyata.
Melalui EcoSync, Tim Triple A menghadirkan konsep platform digital yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan limbah sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.
UNM berkomitmen mendukung mahasiswa mengembangkan inovasi dan meraih prestasi melalui berbagai kompetisi nasional maupun internasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan dosen, penguatan kompetensi berbasis industri, serta penyediaan ekosistem pembelajaran yang mendorong lahirnya solusi digital yang inovatif, kompetitif, dan berdampak bagi masyarakat.

12 hours ago
6















































