Festival Bank Sampah Dihelat di Cipinang Melayu

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada 2025 mencatat baru 35 persen dari 21,65 juta timbulan sampah nasional yang terkelola.

Untuk mengelola titik-titik sampah tersebut, Indonesia memiliki hampir 17.000 unit bank sampah, meskipun tidak semuanya dalam kondisi aktif. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa tantangan utama pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hanya soal jumlah infrastruktur, tetapi juga soal kapabilitas pengelolanya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP 1 Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Sekretariat Jenderal DPR RI Indonesia) menyelenggarakan Festival Bank Sampah Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat sekaligus menjadi ajang pemaparan capaian satu tahun program reaktivasi dan pendampingan intensif terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU) di kelurahan tersebut.

Perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta perwakilan komunitas dan penggiat lingkungan hidup ikut meramaikan acara ini. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup RI, Rasio Ridho Sani, menyampaikan, pengelolaan sampah berbasis komunitas merupakan bagian penting dari upaya nasional dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam ekonomi sirkular.

“Inisiatif berbasis komunitas seperti bank sampah ini sangat penting untuk menangani persoalan sampah di Indonesia. Bank sampah memainkan peranan yang sangat penting dalam hal ini karena dapat membantu menyelesaikan persoalan di tingkat paling bawah. Kami sangat mengapresiasi peran aktif bank sampah di Kelurahan Cipinang Melayu sekaligus juga untuk CCEP Indonesia yang berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas bank sampah di sini,” ujar Rasio.

Pendampingan bank sampah yang dilakukan oleh CCEP Indonesia di Kelurahan Cipinang Melayu sudah berjalan sejak awal tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari implementasi strategi keberlanjutan CCEP, ”This is Forward”, yang mendorong penguatan ekonomi sirkular melalui pengelolaan kemasan dan pemberdayaan masyarakat. Yang membedakan program ini dari pendampingan bank sampah pada umumnya adalah penekanan pada pengembangan kapabilitas pengurus.

Selain memberikan dukungan peralatan dan infrastruktur, CCEP Indonesia menyelenggarakan enam sesi pelatihan yang mencakup manajemen operasional, digitalisasi pencatatan dan keuangan, teknik pengolahan sampah organik dan daur ulang, pembuatan produk bernilai jual dari material sampah, serta pemasaran dan pengemasan produk. Tujuannya adalah agar bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai titik kumpul, tetapi juga mampu menjadi unit usaha sosial yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

”Kami meyakini bahwa pengelolaan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa ketika komunitas didukung oleh pendampingan yang konsisten, bank sampah dapat berkembang dari sekadar titik kumpul menjadi pusat ekonomi sirkular di lingkungan masyarakat,” ujar Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|