Harapan Bupati Jeje di Balik Reputasi Kopi Asal Bandung Barat yang Mendunia

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kopi asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat kini semakin dikenal dengan cita rasa khasnya. Bukan hanya di pasar dalam negeri, tapi sudah merambah pasar global. 

Di balik reputasinya yang sudah melekat itu, tentunya harus berdampak terhadap kesejahteraan para petaninya. Sebab merekalah yang menanam, merawat, dan memanen biji-biji terbaik hingga menghasilkan kopi yang berkualitas.

Hal itulah yang menjadi konsen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat. Industri pertanian kopi yang semakin berkembang diharapkan berdampak terhadap peningkatan ekonomi petaninya.

"Catatan paling tebal dan harus digarisbawahi dengan tinta emas pada hari ini bukanlah seberapa besar kuantitas yang dikirim, bukan pula seberapa jauh negara tujuannya. Hal paling luar biasa dengan rasa hormat yang mendalam adalah usaha dan perjuangan para petani," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Rabu (22/7/2026).

Dirinya mengatakan, kopi lokal asal Bandung Barat potensinya sangat luar bisa dan terbukti bisa bersing di pasar lokal dan internasional. Bahkan terbaru ada 20,4 ton kopi yang diekspor ke empat negara. Bahkan sudah tembus pasar Vietnam yang notabene penghasil kopi terbesar kedua di dunia yang dikenal memiliki syarat ketat. 

Ini membuktikan, petani di Bandung Barat memiliki semangat dan keinginan untuk maju dan mandiri. Mulai dari merawat pohon di lereng gunung, memanen cherry kopi pilihan, menguji mutu secara mandiri, hingga mampu menembus kerumitan dokumen perdagangan internasional. 

"Semuanya dilakukan swadaya dan kemandirian para petani kita sendiri (own export). Inilah esensi sejati dari petani yang naik kelas menjadi pelaku usaha global yang merdeka dan berdaulat," ujar Jeje.

Dengan potensi ini, Jeje meyakini sektor pertanian termasuk kopi merupakan salah satu penggerak perekonomian masyarakat dan memberikan pengaruh yang besar terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

Hal itu sejalan dengan pembangunan pertanian yang tertuang dalam visi dan misi Amanah untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Kabupaten Bandung Barat serta selaras dengan Asta Cita Presiden yaitu hilirisasi pertanian. 

"Hilirisasi pertanian tak hanya berfokus pada peningkatan nilai tambah, juga pengelolaan dan pemasaran yang efektif, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sehingga kesejahteraan petani makin meningkat," kata Jeje.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB, Lukmanul Hakim menambahkan, pembangunan sub sektor perkebunan di Kabupaten Bandung Barat, khususnya komoditas kopi menunjukkan progresivitas yang sangat positif. 

Ia menuturkan, saat ini, varietas kopi yang dibudidayakan di Kabupaten Bandung Barat teridiri atas tiga jenis varietas utama, yaitu kopi arabika, kopi robusta, dan kopi liberika. 

‘’Varietas kopi arabika menjadi komoditas unggulan utama kita dengan karakteristik rasa yang halus, lembut, sedikit asam, serta memiliki kompleksitas aroma buah dan bunga yang sangat kuat," ujar Lukmanul.

Berdasarkan data statistik perkebunan 2025, total luas lahan eksisting untuk kopi arabika mencapai 3.003,68 hektare dengan volume produksi sebesar 1.108,91 ton per tahun. Sektor ini telah menjadi pilar pendapatan bagi 3.238 kepala keluarga petani yang tersebar merata di 14 kecamatan potensial.

Keunggulan kualitas kopi Kabupaten Bandung Barat kian kompetitif berkat kepemilikan tiga sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang mencakup tiga kluster pegunungan utama: IG Bandung Highland (Halu Mountain Coffee) meliputi Wilayah Gununghalu, Sindangkerta, Rongga, dan Cipongkor 

Kemudian IG Sunda Mountain (Burangrang Mountain Coffee), meliputi wilayah Cikalongwetan, Cisarua, dan Padalarang. IG Sunda Mountain (Tangkuban Parahu Mountain Coffee), meliputi wilayah Lembang dan Parongpong.

"Potensi kopi Bandung Barat sangat besar, baik dari kualitas maupun kuantitas mengantarkan kopi Bandung Barat ke panggung internasional. Kami telah berusaha memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas, produktivitas dan kesejahteraan petani kopi," kata dia. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|