REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membidik investasi baru dari Selangor, Malaysia, melalui ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung. Langkah tersebut dilakukan di tengah nilai investasi Malaysia di Jawa Barat yang telah mencapai Rp47 triliun.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, kehadiran ratusan delegasi dan pelaku usaha dari Selangor dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama investasi dan perdagangan.
“Saya yakin kegiatan ini semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara pemerintah Selangor dengan Pemprov Jabar,” kata Erwan, di Bandung.
Erwan mengatakan, Malaysia menjadi salah satu investor terbesar di Jawa Barat dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun. Selain itu, Malaysia juga masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor Jawa Barat dengan surplus perdagangan sekitar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat.
Menurut Erwan, wisatawan asal Malaysia juga berkontribusi sekitar 12,5 persen terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.
“Ini mempertegas hubungan erat dalam sektor perdagangan antara Malaysia dan Jawa Barat, khususnya Selangor,” ujar Erwan.
Untuk menarik investasi baru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan sejumlah proyek strategis, seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, Jalan Tol Cisumdawu, Jalan Tol Cipali, hingga Jalan Tol Purbaleunyi.
Erwan mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan lima strategi untuk meningkatkan daya tarik investasi, yakni memperkuat kepastian hukum dan keamanan investasi, mengintegrasikan UMKM dalam rantai pasok industri, mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta memperkuat pelayanan investasi yang cepat dan responsif.
“Jangan hanya sekadar pertemuan, perkenalan, salaman, setelah itu bubar. Jangan hanya sampai di situ saja, tapi terus kita kembangkan setiap peluang usaha kerja sama,” kata Erwan.
Sementara itu, EXCO Pemerintah Negara Bagian Selangor untuk Pemerintahan Daerah dan Pariwisata YB Dato’ Ng Suee Lim mengatakan, Indonesia merupakan pasar utama bagi pengembangan wisata medis Selangor.
“Indonesia merupakan salah satu pasar utama bagi wisata medis Selangor. Kedekatan geografis, kemudahan akses, serta kesamaan budaya menjadikan Selangor pilihan yang ideal bagi masyarakat Indonesia,” kata Ng Suee Lim.
Menurut dia, melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor ingin memperkenalkan konsep layanan kesehatan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan medis sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata di Selangor.

7 hours ago
4











































