Kekeringan Meluas dan Mulai Berdampak ke Pertanian

17 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mohammad Yadi Sofyan Noor mengatakan sejumlah wilayah pertanian mulai terdampak kekeringan seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Wilayah tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Selatan.

Di Jawa Barat, daerah yang mulai terdampak berada di Kabupaten Indramayu dan Subang. Sementara di Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo masih relatif aman karena didukung sistem irigasi teknis dan ketersediaan sumber air. Adapun di Kalimantan Selatan, wilayah yang mulai terdampak meliputi Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu Pagatan.

"Untuk menghadapi dampak kekeringan, KTNA sudah terbiasa beradaptasi. Kalau masih ada sumber air maka kita gunakan mesin pompa air yang sudah tersedia," kata Sofyan kepada Republika, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, apabila sumber air mulai terbatas, petani memanfaatkan sumur-sumur dalam sebagai alternatif. Jika sumber air benar-benar mengering, kebutuhan air dipenuhi menggunakan mobil tangki secukupnya. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman tetap memperoleh pasokan air di tengah musim kemarau.

Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya membeberkan berbagai langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau dan ancaman El Nino. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan strategi tersebut dilakukan agar produksi pangan nasional tetap terjaga.

Menurut dia, mitigasi dilakukan melalui sistem informasi peringatan dini (Si-PERDITAN), penguatan infrastruktur air, pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih tahan kekeringan, hingga koordinasi intensif dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Data menunjukkan upaya mitigasi yang kita lakukan berjalan efektif. Luas puso akibat El Nino hingga Juli 2026 sekitar 12 ribu hektare, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2015 yang mencapai sekitar 217 ribu hektare. Artinya, kesiapsiagaan pemerintah semakin kuat dan produksi pangan nasional tetap dapat kita jaga," kata Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, beberapa hari lalu.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau, Kementan juga mempercepat penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air, traktor, rice transplanter, serta berbagai sarana pendukung lainnya agar produktivitas lahan pertanian tetap optimal di berbagai daerah.

Sudaryono mengatakan langkah mitigasi tersebut ditujukan untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman perubahan iklim. Pemerintah akan terus memperkuat kesiapsiagaan agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|