REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kemarau panjang membuat Bendung Katulampa Bogor, Jawa Barat nyaris kering kerontang. Tinggi air di bendungan tersebut kini 0 sentimeter.
Pada pertengahan Juli 2026, di tengah kemarau Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa sempat pada posisi skala nol. Namun hujan yang turun pada tiga malam terakhir, membuat debit air di bendungan legendaris tersebut kembali meninggi hingga 30 sentimeter. Pada Selasa (21/7/2026) siang debit air kembali turun di level 10 sentimeter.
Musim kemarau tak berarti para "pengawal" Bendung Katulampa di Kota Bogor diam, melainkan melakukan serangkaian kegiatan pemeliharaan termasuk pembersihan sedimentasi agar aliran air di Hulu Ciliwung itu lancar. Di balik angka TMA yang terus dipantau, ada kerja senyap para petugas yang tetap siaga menghadapi puncak musim kemarau.
Di tengah musim kemarau, petugas terus bersiaga menjaga fungsi bendung dan aliran Sungai Ciliwung. Mulai dari pelumasan pintu bendung, pengecekan fasilitas, hingga pembersihan sedimentasi rutin dilakukan agar aliran air tetap lancar.

3 hours ago
4














































