Puluhan perempuan korban kekerasan di Kabupaten Bandung Barat mendapatkan pendampingan wirausaha berbasis digital dari Telkom University. Diharapkan para perempuan tersebut menjadi berdaya dan mandiri secara ekonomi.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Puluhan perempuan korban kekerasan di Kabupaten Bandung Barat mendapat pendampingan wirausaha berbasis digital. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pelaku usaha.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang digelar Telkom University pada 16 hingga 18 April 2026. Kegiatan difokuskan pada penguatan keterampilan bisnis dan pemanfaatan teknologi.
Senior Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia Suharsono mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi. Pemberdayaan perempuan dinilai penting untuk menciptakan ekonomi yang inklusif.
“Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di daerah,” kata Suharsono, Rabu (22/4/2026).
Program ini digagas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University dengan melibatkan SDGs Center dan Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat dan laboratorium kampus.
Ketua Pelaksana Eka Yuliana mengatakan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam program ini. Integrasi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dinilai mampu memperkuat dampak pemberdayaan.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen Telkom Indonesia dalam mendorong pencapaian SDGs melalui pemberdayaan perempuan berbasis kewirausahaan,” kata Eka.
Materi pelatihan mencakup kewirausahaan, pemasaran digital, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi. Peserta juga didorong mengadopsi digitalisasi usaha untuk meningkatkan daya saing.
Program ini juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung analisis pasar dan strategi pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan usaha peserta.
Pelaksana Tugas Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat Asep Sehabudin mengatakan, program ini memberi dampak langsung bagi korban kekerasan. Selain meningkatkan kapasitas individu, program ini juga memperkuat ekonomi keluarga.
“Program ini sangat strategis karena tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Asep.
Pendampingan tidak berhenti pada pelatihan. Program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan untuk memastikan keberlanjutan usaha peserta.

1 hour ago
2

















































