Sebuah ilustrasi foto menunjukkan logo aplikasi perpesanan media sosial Whatsapp (kiri), Signal dan Telegram. WhatsApp dilaporkan tengah melakukan uji coba layanan berlangganan baru bernama WhatsApp Plus.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform perpesanan WhatsApp dilaporkan tengah melakukan uji coba layanan berlangganan baru bernama WhatsApp Plus. Mirip seperti Instagram Plus dan Snapchat+, WhatsApp Plus menawarkan pengalaman lebih personal bagi pengguna berbayar.
Fitur ini pertama kali terungkap oleh sejumlah pengguna, termasuk konsultan media sosial Matt Navarra. Perusahaan induk WhatsApp, Meta, juga telah mengonfirmasi uji coba WhatsApp plus tersebut.
"WhatsApp sedang menguji langganan opsional baru yang disebut WhatsApp Plus, yang dirancang untuk pengguna yang menginginkan lebih banyak cara untuk mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka," kata juru bicara Meta, dilansir laman TechCrunch, Rabu (22/4/2026).
Ada apa saja di WhatsApp Plus?
Menurut juru bicara Meta, pelanggan akan mendapat peningkatan fitur fungsional lewat WhatsApp Plus. Di antaranya bisa menyematkan (pin) hingga 20 chat, jauh lebih banyak dibanding hanya tiga chat yang bisa di-pin pada versi gratis. Pengguna juga dapat membuat daftar chat khusus serta menerapkan tema maupun nada tertentu pada daftar tersebut.
Selain itu, WhatsApp Plus memungkinkan pengguna menerapkan tema chat custom, ikon aplikasi, nada dering tertentu ke daftar obrolan. Meski menawarkan berbagai fitur tambahan, pelanggan WhatsApp Plus tidak akan terbebas dari iklan pada fitur Status.

1 hour ago
1

















































