Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah dengan Iran melalui negosiasi dibandingkan perang. Negosiasi itu termasuk bila pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ingin menemui Trump.
“Presiden telah mengatakan bahwa pilihannya adalah mencapai kesepakatan dengan Iran. Meskipun itu sangat sulit, dia akan mencoba. Itulah yang sedang kami coba lakukan saat ini,” kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Sabtu.
Rubio mengatakan bahwa antarnegara perlu saling berinteraksi, seraya menegaskan bahwa ia bekerja di bawah seorang presiden yang bersedia bertemu dengan siapa pun.
“Saya cukup yakin untuk mengatakan bahwa jika Ayatollah (Ali Khamenei) ingin bertemu dengan Presiden Trump besok, presiden akan menemuinya, bukan karena ia setuju dengan Ayatollah, tetapi karena ia berpikir itulah cara untuk menyelesaikan masalah di dunia,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan tentang pengerahan kapal induk AS kedua ke Timur Tengah, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, yang menurutnya merupakan ancaman bagi AS, Eropa, kawasan, dan keamanan global.
sumber : Antara/Anadolu

7 hours ago
2
















































