Pemkab Aceh Besar Komitmen Wujudkan Layanan Publik Inklusif dan Ramah Disabilitas

4 hours ago 2

Pemkab Aceh Besar pastikan layanan publik ramah disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memastikan seluruh layanan publik di wilayahnya ramah bagi penyandang disabilitas dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Komitmen ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan tangguh terhadap bencana.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen membangun daerah yang inklusif, ramah bagi penyandang disabilitas, sekaligus tangguh menghadapi berbagai potensi bencana," kata Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil di Darul Imarah, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Syukri saat membuka kegiatan Pemetaan Kebijakan Menuju Aceh Besar yang Inklusif Disabilitas dan Tangguh Bencana. Ia menekankan bahwa pembangunan inklusif membutuhkan perhatian bersama, terutama untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang layak dalam kehidupan sosial, pelayanan publik, dan fasilitas umum.

"Inklusif artinya kita semua tidak boleh membeda-bedakan sesama manusia, apakah dia disabilitas ataupun tidak. Kita tidak boleh membeda-bedakannya," tegasnya.

Apresiasi untuk Program Inklusivitas

Dalam kesempatan itu, Syukri mengapresiasi Forum Bangun Aceh (FBA) yang menjalankan program terkait inklusivitas dan ketangguhan masyarakat. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Menurut dia, keterkaitan itu mencakup berbagai bidang penting, seperti pendidikan, kebencanaan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Program Pendidikan dan Keagamaan

Syukri turut memaparkan sejumlah program pemerintah daerah yang diarahkan untuk membangun masyarakat yang berdaya dan berkarakter. Di bidang pendidikan, Pemkab Aceh Besar menjalankan program Beut Kitab Bak Sikula yang pada 2026 diarahkan untuk diterapkan di sekolah umum mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Selain itu, terdapat program Beut Ba'da Magrib melalui kegiatan pengajian bagi perangkat gampong yang dilaksanakan oleh pihak kecamatan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan wawasan keagamaan sekaligus memperkuat peran aparatur gampong dalam kehidupan bermasyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|