Punya Ide Startup tapi tak Punya Modal? Ini Cara Mahasiswa Bisa Dapat Pendanaan

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Punya ide startup keren tapi mentok di satu hal klasik, “modal”. Rasanya nyesek, kan? Padahal idemu bisa jadi solusi buat banyak orang. Faktanya, membangun startup sejak masih mahasiswa sekarang bukan hal yang mustahil, apalagi di era digital yang serba terbuka ini.

Banyak mahasiswa sebenarnya sudah punya ide bisnis yang potensial, hanya saja belum tahu harus mulai dari mana buat mencari pendanaannya. Nah, biar idemu tidak cuma jadi wacana, penting buat tahu strategi mendapatkan pendanaan startup khusus mahasiswa.

1. Ikut Kompetisi Pitching Startup

Salah satu cara paling realistis buat mendapatkan modal adalah ikut kompetisi bisnis dan program inkubasi startup. Sekarang ini banyak banget lomba business plan, pitching, sampai inkubator yang terbuka buat mahasiswa.

Menang memang bonus, tapi yang lebih penting adalah pengalaman. Kamu bisa mendapatkan mentoring dari praktisi, relasi baru, bahkan validasi ide. Dari sini, idemu jadi lebih matang dan siap naik level.

2. Nggak Cuma Investor Besar, Ada Angel Investor Juga

Kalau kompetisi belum rezeki, jangan menyerah. Mahasiswa juga punya peluang mendapatkan pendanaan dari investor angel. Biasanya mereka tertarik dengan ide yang unik, tim yang kompak, dan pasar yang jelas.

Makanya, kamu perlu menyiapkan pitch deck yang rapi, model bisnis yang masuk akal, dan kalau bisa sudah ada MVP atau prototype. Skill storytelling juga penting, karena investor tidak hanya membeli produk, tapi juga percaya sama orang di baliknya.

3. Maksimalkan Program Inkubator dan Akselerator

Jangan cuma ikut lomba, tapi juga manfaatkan program inkubator dan akselerator. Biasanya program ini memberikan pendampingan intensif mulai dari pengembangan produk, model bisnis, sampai strategi pemasaran.

Beberapa inkubator bahkan menyediakan modal awal dan akses ke investor. Buat mahasiswa, ini kesempatan emas buat belajar langsung sambil ngebangun startup yang lebih terarah.

4. Siapkan Pitch Deck dan Cerita yang Meyakinkan

Modal ide saja tidak cukup. Kamu perlu pitch deck yang rapi, model bisnis yang masuk akal, dan kalau bisa sudah punya MVP atau prototype.

Selain itu, kemampuan komunikasi dan storytelling juga penting. Investor bukan cuma beli produk, tapi percaya sama visi dan orang-orang dibalik startup tersebut.

5. Bangun Personal Branding sebagai Founder

Percaya atau tidak, investor sering kali melihat siapa kamu sebelum melihat produk. Aktif di komunitas startup, rajin sharing progress di media sosial atau LinkedIn, dan berani tampil pitching bisa meningkatkan kredibilitas kamu sebagai founder muda.

Bicara soal dukungan, peran kampus itu krusial. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif lewat program kewirausahaan dan incubator lewat BSI Entrepreneur Center (BEC) dan Inkubator Center UBSI, serius mendampingi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia startup.

BEC UBSI kampus Purwokerto mengajak mahasiswa mulai dari belajar menyusun ide bisnis, latihan pitching, sampai membukanakses ke dunia industri dan ekosistem startup, semua disiapkan. Jadi, mahasiswa tidak cuma jago teori, tapi juga siap praktik langsung.

Kalau kamu punya mimpi jadi founder muda dan nggak mau nunggu lulus buat mulai bisnis, UBSI bisa jadi tempat yang pas. Lingkungan kampusnya mendukung, ilmunya relevan sama industri, dan peluang berkembangnya luas.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|