Pesawat tanpa awak Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta— Pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) Agung Nurwijoyo menilai tawaran Iran untuk kerja sama teknologi drone dengan Indonesia memiliki sejumlah motivasi strategis. Ia menekankan kerja sama tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka pemanfaatan damai, khususnya di sektor ekonomi dan pertanian.
“Menurut saya, penawaran kerja sama teknologi drone Iran ke Indonesia pada saat ini ada beberapa motivasi strategis dan perlu digarisbawahi bahwa kerja sama pengembangan drone ini adalah dalam pemanfaatan damai khususnya di bidang pertanian dan ekonomi,” kata Agung saat dihubungi Republika, Ahad (15/2/2026).
Agung menyebut setidaknya ada tiga motivasi Iran menawarkan teknologi drone. Pertama, adanya intensi kuat Iran untuk memperluas jejaring kerja sama, khususnya untuk kepentingan ekonomi dan pertanian. Kedua, perluasan kerja sama itu dilakukan untuk memperkuat legitimasi teknologi strategis Iran.
“Fokus tawaran pada pengembangan industri drone menunjukkan Iran percaya diri dalam menawarkan kerjasama ke pasar internasional,” ujarnya.
Ketiga, Agung menilai tawaran joint production dan transfer teknologi juga menjadi ikhtiar Iran untuk mengurangi dampak isolasi ekonomi yang selama ini diterima Teheran.
Agung menyebut tawaran pembangunan pabrik drone di Indonesia dinilai realistis karena ada titik temu antara kesiapan Iran dan perhatian Indonesia dalam kerja sama industri drone dengan beberapa negara.
“Jika ditanya, apakah cukup realistis tawaran ini maka menurut saya dengan kesiapan Iran spesifik siap lakukan transfer teknologi dan membuka pabrik dan di sisi Indonesia yang dalam beberapa waktu memiliki perhatian dalam kerjasama industri drone dengan beberapa negara dengan menunjukkan ada titik temu tersebut,” katanya.

2 hours ago
1














































