Warga Lhok Pungki menanti tuntasnya huntara pada Ramadhan.
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH UTARA, – Warga Dusun Lhok Pungki di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, menantikan penyelesaian hunian sementara (huntara) yang dijadwalkan tuntas pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Hingga kini, mereka masih menunggu kepastian terkait lokasi dan penyelesaian hunian tersebut.
Menurut Firmadi, Kepala Dusun Lhok Pungki, dari 85 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, baru 43 KK yang telah mendapatkan huntara. "Hunian itu kami sudah dapat 43, tetapi masih kurang 42 lagi," ujar Firmadi saat ditemui di Posko Pengungsi Dusun Lhok Pungki, Senin.
Proses pembangunan huntara belum sepenuhnya selesai karena masih menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan lokasi huntara. "SK belum dia keluarkan. Masih menunggu SK," tambah Firmadi.
Seorang pengungsi, Imam Zamzami, mengungkapkan harapannya agar bisa segera pindah ke huntara, dan jika memungkinkan, ke hunian tetap (huntap). Dusun Lhok Pungki telah habis tersapu bencana alam pada November 2025, meninggalkan area tersebut dipenuhi potongan kayu dan batu besar, sehingga sulit untuk ditinggali kembali.
Pemerintah menargetkan pembangunan 17.036 unit huntara, di mana 5.489 unit atau sekitar 32 persen telah selesai hingga 12 Februari. Selain itu, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 15.719 unit, tersebar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Proyek ini melibatkan kerjasama antara BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, serta personel TNI.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 weeks ago
11
















































