8000 Hoki Online Daftar server Slots Maxwin Malaysia Terbaik Gampang Lancar Win Full Online
hoki kilat Pusat Login situs Slot Maxwin Terpercaya Pasti Win Online
1000hoki.com Data ID website Slot Gacor Terbaru Pasti Scatter Full Non Stop
5000hoki Data Daftar website Slots Maxwin Terpercaya Sering Lancar Jackpot Non Stop
7000 Hoki Online ID situs Slots Maxwin Japan Terpercaya Sering Jackpot Full Terus
9000 Hoki Online Akun server Slot Gacor Myanmar Terbaik Sering Jackpot Full Setiap Hari
Data ID Slot Gacor server Thailand Terbaik Mudah Lancar Menang Full Non Stop
Idagent138 Daftar Akun Slot Anti Rungkat Terpercaya
Luckygaming138 login Akun Slot Gacor
Adugaming Daftar Id Slot Game Terpercaya
kiss69 login Akun Slot Gacor Terbaik
Agent188 Slot Gacor Online
Moto128 login Slot Anti Rungkat Online
Betplay138 Daftar Id Slot Maxwin Online
Letsbet77 Daftar Akun Slot Maxwin Terbaik
Portbet88 Id Slot Game Online
Jfgaming168 Akun Slot Game Terpercaya
Mg138 Id Slot Maxwin Terpercaya
Adagaming168 Slot Gacor
Kingbet189 Slot Gacor
Summer138 login Slot Anti Rungkad Online
Evorabid77 Id Slot Anti Rungkat Terpercaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Orang terkaya di China saat ini, Zhong Shanshan, mengkritik kehadiran platform belanja online populer yang dimiliki oleh Pinduoduo (PDD) Holdings, induk perusahaan ecommerce Temu.
Sebagai catatan, Zhong Shanshan, merupakan pendiri perusahaan minuman Nongfu Springs. Menurut Forbes, Zhong memiliki kekayaan yang jumlahnya mencapai US$ 51,7 miliar atau Rp 822 triliun.
Berbicara dalam kunjungan ke sebuah daerah di China timur, Zhong menuduh PDD Holdings menciptakan perang harga yang merusak berbagai perusahaan dan industri di tengah-tengah kemerosotan ekonomi di China.
Dalam pernyataan yang sangat jarang diungkap, Zhong juga mengkritik pemerintah China, mengatakan bahwa pemerintah "lalai" karena gagal mencegah tren harga yang sangat rendah.
Sangat tidak biasa bagi para pebisnis China untuk membidik pemerintah di depan umum dan mereka yang telah melakukannya sering kali menghadapi dampaknya.
"Platform internet telah menjatuhkan sistem harga [kami]. Secara khusus, sistem penetapan harga Pinduoduo telah menyebabkan kerugian besar pada merek-merek China dan industrinya," ujarnya seperti dikutip dari media milik pemerintah China, The Paper.
"Ini adalah orientasi industri (secara keseluruhan), dan penentuan harga (telah menjadi) orientasi industri," imbuhnya.
Pinduoduo telah mengalami pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena ecommerce ini menawarkan harga yang sangat kompetitif.
Dalam pernyataan lebih lanjut, Zhong menyoroti pemerintah China karena tidak berbuat lebih banyak untuk menghentikan tren tersebut.
"Pemerintah belum mengintervensi orientasi industri ini, dan saya pikir pemerintah telah lalai dalam tugasnya," kata dia, menurut transkrip yang diterbitkan oleh Sina Technology dan dalam beberapa video yang dibagikan oleh website berita, dikutip dari CNN, Selasa (26/11/2024).
Meski baru berusia delapan tahun, perusahaan yang merupakan induk dari Temu ini telah berhasil memanfaatkan pergeseran pola konsumsi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.
Pernyataan Zhong muncul di penghujung tahun yang sulit bagi sang miliarder. Awal tahun ini, ia menghadapi gelombang serangan dari kaum nasionalis yang menuduhnya tidak memiliki rasa patriotisme. Kampanye tersebut menekan harga saham perusahaan minumannya dan merusak penjualannya.
Di Indonesia, Temu dilarang keras beroperasi. Bahkan Temu disebut sebagai "pembunuh UMKM lokal" yang sudah menuai kontroversi sejak beberapa kali mendaftar di Indonesia, namun ditolak.
Konsep Temu yang menjual barang langsung dari pabrik ke konsumen, membuat harga jualnya jauh lebih murah ketimbang platform e-commerce lain. Hal ini yang menjadi kekhawatiran Temu memicu persaingan tak sehat.
Pada September lalu, Temu diketahui kembali mencoba mendaftarkan bisnisnya di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Namun, pemerintah RI dengan tegas memblokir usaha Temu untuk memasuki pasar tanah air.
(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lebih Ngeri Dari Tiktokshop, Aplikasi Temu Bakal Ancam UMKM RI?
Next Article Raksasa AS Ketar-Ketir Bisnisnya Terancam Dijajah China