Benarkah Iran Beri Lampu Hijau Dua Kapal Tanker RI Lewati Selat Hormuz? Ini Faktanya

7 hours ago 3

Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) menjalani perawatan berkala di Kuzey Star Shipyard, Tuzla, Istanbul, Turki, Jumat (25/10/2024). Docking kapal Gamsunoro akan selesai pada 29 Oktober 2024 dengan sejumlah modifikasi, di antaranya upgrading pada sistem ballast water serta bollard untuk dapat melewati Terusan Panama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beredar narasi di media sosial bahwa Iran telah memberikan lampu hijau bagi dua kapal tanker Indonesia yang terjebak di Teluk Persia dan tak bisa melintasi Selat Hormuz. Benarkah demikian?

Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Jumat (27/3/2026), pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman. Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl.

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Berbicara terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi secara intensif dengan pemerintah Iran untuk mengupayakan dua kapal tanker Pertamina keluar dari Selat Hormuz.

“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil saat dijumpai di kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pada Rabu (4/3/2026), Bahlil juga memastikan bahwa terjebaknya dua kapal tersebut di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|