Slovenia Boikot Eurovision, Pilih Tayangkan Film Palestina Sebagai Pengganti

2 hours ago 2

Para pengunjuk rasa dengan spanduk dan bendera Palestina berkumpul selama demonstrasi Hentikan Israel di antara Stortorget dan Molleplatsen di Malmo, Swedia, 9 Mei 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa stasiun televisi nasional di Eropa, termasuk Slovenia, memutuskan tidak menayangkan kontes lagu Eurovision tahun ini sebagai bentuk boikot atas partisipasi Israel di ajang tersebut. Sebagai pengganti, penyiar publik Slovenia RTV mengonfirmasi mereka akan menayangkan serangkaian film tentang Palestina.

"Kami tidak akan menayangkan kontes lagu Eurovision. Kami akan menayangkan seri film Voices of Palestine, yang menampilkan film dokumenter dan film fitur Palestina," kata Direktur RTV Slovenia, Ksenija Horvat, dilansir laman The Guardian, Jumat (24/4/2026).

Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, yang terpilih kembali dalam pemilihan umum pada Maret lalu, dikenal vokal mengkritik kebijakan Israel. Pada Agustus 2025, Pemerintah Slovenia bahkan mengumumkan larangan impor produk dari permukiman Israel di Tepi Barat sebagai respons terhadap kebijakan Israel yang dianggap merusak peluang perdamaian jangka panjang.

Penyiar publik Spanyol RTVE juga kembali menegaskan keputusannya untuk tidak menayangkan Eurovision. Ini berarti acara musik tersebut tidak akan ditayangkan di televisi Spanyol untuk pertama kalinya sejak negara itu mulai berpartisipasi pada 1961.

Sementara itu, penyiar publik Irlandia RTE mengumumkan pada Desember lalu, mereka tidak akan menayangkan atau berpartisipasi dalam Eurovision. Belanda dan Islandia juga menarik diri dari acara tersebut Desember lalu, tetapi kontes tersebut akan ditayangkan di stasiun televisi nasional masing-masing, NPO dan RUV.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|