Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025. Dalam pidato itu, Trump meremehkan badan dunia tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (20/1) membuka kemungkinan Dewan Perdamaian Gaza dapat menjadi pengganti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Trump merujuk pada upaya pemimpin AS itu untuk mengundang sejumlah pemimpin dunia guna bergabung dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza.
“Mungkin saja,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya apakah Dewan Perdamaian tersebut dapat menggantikan PBB.
Presiden AS itu menyatakan bahwa PBB tidak pernah sepenuhnya mencapai potensi maksimalnya, tetapi tetap harus melanjutkan mandatnya karena potensi yang dimilikinya sangat besar.
Pekan lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang terdiri dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Trump juga mengundang para pemimpin sejumlah negara, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung.
CBS melaporkan pada Selasa, dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, bahwa lebih dari 10 negara telah menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian.
sumber : Sputnik/Ria Novosti/Antara

1 month ago
21

















































