REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tampak masih absen dari hadapan publik sejak memegang tampuk kepemimpinan pasca-wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Laporan yang dilansir oleh New York Times menyebutkan bahwa kondisi keamanan dan pemulihan kesehatan menjadi alasan utama di balik absennya sang pemimpin tertinggi tersebut.
Sebagaimana diketahui, Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, instruksi dan arahannya sejauh ini hanya disampaikan melalui unggahan di media sosial atau dibacakan oleh pembawa acara di televisi pemerintah.
Meski demikian, Mojtaba Khamenei muncul kembali ke hadapan publik melalui siaran televisi negara Iran pada Kamis (19/3/2026) waktu setempat. Kemunculan Mojtaba sekaligus menjadi jawaban telak yang menepis isu kematian maupun kabar cedera parah yang sebelumnya diembuskan oleh pihak Amerika Serikat.
Dalam cuplikan video yang disiarkan, Mojtaba Khamenei terlihat dalam kondisi sehat sambil menyampaikan ceramah di hadapan sekelompok pemuda. Kehadirannya di layar kaca mengakhiri spekulasi yang dipicu oleh pernyataan sejumlah pejabat tinggi Washington
Hanya saja, Mojtaba memang belum memberikan pernyataan langsung. Seorang pejabat Iran mengungkapkan bahwa Mojtaba bertindak sangat hati-hati. Ia disebut tidak ingin terlihat rentan atau terdengar lemah dalam pidato publik pertamanya di tengah situasi nasional yang krusial.

4 hours ago
1

















































