Kemenag Kaltara: Perbedaan Metode Awal Ramadhan Adalah Khazanah Islam

3 weeks ago 4

Kemenag Kaltara: Metode penentuan awal Ramadhan bagian khazanah Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, TARAKAN, – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara, Muh Saleh, menekankan pentingnya menyikapi perbedaan metode penentuan awal Ramadhan dengan dewasa. Hal ini disampaikannya usai kegiatan rukyatulhilal di Satuan Radar TNI AU (Satrad) 204 Tarakan, Selasa.

Saleh menyatakan bahwa perbedaan adalah rahmat, dengan menjaga persatuan dan saling menghormati sebagai kekuatan umat. Kegiatan rukyatulhilal ini penting untuk menentukan awal Ramadhan secara ilmiah dan astronomis, serta mempererat ukhuwah di masyarakat.

Menurut Saleh, pelaksanaan rukyatulhilal menunjukkan sinergi antara Kemenag, ahli falak, BMKG, Pengadilan Agama, dan ormas Islam dalam menghadirkan keputusan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dia berharap data hasil rukyat menjadi bahan penting dalam sidang isbat Kementerian Agama, sehingga umat Islam dapat memulai ibadah puasa dengan keyakinan dan kebersamaan.

Perhitungan Astronomis dan Rukyatulhilal

Berdasarkan koordinasi SDM Ahli Fakaliyah Kanwil Kemenag Kaltara, Muhammad Fadhlul Ilmi, dengan BMKG, dilakukan perhitungan secara astronomis (hisab) dan konfirmasi lapangan melalui rukyatulhilal. Secara hisab, ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada Selasa (17/2) atau 29 Syaban 1447 H, dengan ketinggian hilal di Kota Tarakan -1°43’.57”, yang tidak dapat terlihat karena langit berawan.

Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS terbaru untuk menentukan awal bulan qamariah, dengan syarat tinggi hilal minimal tiga derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|