Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Inklusif, Jamaah Lansia dan Disabilitas Jadi Perhatian

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) RI menegaskan komitmennya menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah Indonesia, termasuk lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut disampaikan Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, saat menghadiri kegiatan diseminasi dan diskusi publik hasil pemantauan haji inklusif yang digelar Komisi Nasional Disabilitas (KND) di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Puji menegaskan, ibadah haji merupakan hak seluruh Muslim tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik. “Haji adalah hak dan kewajiban bagi seluruh umat Muslim, tidak terkendala suku, bangsa, maupun kondisinya,” ujar Puji.

Ia mengatakan, pemerintah terus melakukan perbaikan regulasi serta penguatan kebijakan agar penyelenggaraan ibadah haji semakin ramah bagi semua kalangan.

“Alhamdulillah dalam perbaikan regulasi terus digaungkan tentang inklusivitas. Haji bukan hanya urusan laki-laki saja, tetapi juga harus ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua jamaah haji tanpa memandang kondisinya harus mendapatkan jaminan layanan yang sama,” ucapnya.

Puji menambahkan, pelayanan haji Indonesia berlandaskan prinsip aman, manusiawi, dan aksesibel bagi seluruh jamaah. Karena itu, pemerintah memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi disabilitas guna meningkatkan kualitas layanan haji yang inklusif.

“Kami terus mengedepankan dan memperluas koordinasi serta kolaborasi dengan seluruh organisasi dan lembaga disabilitas, sehingga kita dapat memberikan ruang yang sama dan ke depan pelayanan jamaah haji menjadi semakin inklusif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia mengapresiasi respons cepat Kemenhaj dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi terkait layanan haji bagi penyandang disabilitas.

Menurut Dante, pada penyelenggaraan haji sebelumnya sejumlah layanan telah menunjukkan perbaikan, termasuk penyediaan konsumsi bagi jamaah berkebutuhan khusus.

“Makanan untuk lansia dan jamaah disabilitas juga sudah cukup baik. Ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan khusus jamaah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama terkait pendampingan bagi jamaah disabilitas selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Perlu pendampingan khusus untuk jamaah disabilitas. Misalnya jamaah yang membutuhkan kursi roda jangan sampai terpisah dengan pendampingnya, karena itu sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan mereka,” kata Dante.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|