Kepala BGN tak Ingin Ada Susu Impor dalam MBG

22 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meminta Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) hanya menyalurkan susu lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan tak ingin susu impor digunakan dalam MBG.

Hal tersebut dikatakan Dadan usai mengecek program MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kita sudah meminta pada seluruh SPPG agar lebih mengutamakan produk-produk segar dan terutama berbasis sumber daya lokal dan untuk daerah-daerah yang ada sapi perahnya kami izinkan mereka memberikan susunya, tapi bagi mereka yang jauh sapi perahnya dan belum ada saya kira tidak perlu dipaksakan menggunakan susu bisa diganti dengan super kalsium lainnya," kata Dadan pada Kamis (8/1/2026).

Dadan menyebut pemanfaatan produk lokal penting dalam pelaksanaan MBG. Sehingga Dadan tak ingin SPPG menggunakan bahan impor, termasuk susu.

"Kami tidak mengizinkan produk impor ya untuk digunakan karena kita ingin mendorong kualitas lokal jadi kalau misalnya mau memberikan susu maka di satu daerah itu harus paling tidak ada sapi perahnya. Bisa dari daerah lain juga bisa menampil dari luar gitu untuk diternakkan sapinya," ujar Dadan.

Oleh karena itu, Dadan tak mewajibkan pemberian susu kepada daerah yang tak punya fasilitas pemerahan susu. Dadan mengimbau daerah semacam itu mengganti susu dengan sumber kalsium lain.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|