REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jelang peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemda DIY resmi meluncurkan logo HUT ke-271 sebagai identitas visual perayaan tahun ini. Peluncuran Logo ini mengusung tema "Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku" yang sarat pesan tentang refleksi dan penguatan jati diri warga Jogja.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan peringatan Hari Jadi DIY harus menjadi momentum refleksi perjalanan panjang daerah istimewa yang bertumpu pada nilai keistimewaan, budaya, dan pengabdian kepada bangsa.
"Logo yang kita luncurkan pada hari ini merupakan hasil dari sayembara yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayembara ini menjadi wujud nyata keterlibatan publik dalam mangayubagyo HUT ke-271 DIY. Ini adalah bukti bahwa semangat membangun Jogja tidak hanya tumbuh di ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga hidup dan berkembang di tengah masyarakat," ungkapnya, Sabtu (14/2/2026).
Paku Alam X berharap logo Hari Jadi DIY ke-271 yang diresmikan, mampu menjadi proyeksi gerak bersama dalam membangun Jogja yang maju, berkarakter, dan berkelanjutan sesuai tema yang diusung.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan hari ulang tahun ke-271 DIY sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan semangat gotong royong," ujarnya.
Makna Logo HUT ke-271 DIY
Logo tersebut merupakan karya Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma, desainer grafis asal Jogja, yang terpilih dari 210 karya dalam sayembara terbuka. Ia berhak atas Rp12 juta dan kini hak cipta logo itu menjadi milik Pemda DIY. Desain logonya, menampilkan tanaman padi dengan dominasi warna hijau, kuning, dan merah sebagai representasi filosofi kehidupan.
Setiap angka dalam 271 juga dimaknai secara simbolik. Angka 2 divisualisasikan sebagai dua daun yang memuat nilai kehidupan. Daun pertama yang melengkung ke bawah dimaknai sebagai ajakan kembali pada jati diri, mengingat asal-usul dan tujuan hidup. Sementara daun kedua yang mengayun ke samping menggambarkan pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama.
Angka 7, diwujudkan dalam bentuk padi yang telah menguning sebagai simbol proses panjang kehidupan hingga menghasilkan panen yang subur. Filosofi ini mencerminkan tujuan hidup untuk meraih kesuksesan sekaligus kebaikan yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
Sedangkan angka 1, digambarkan sebagai benih padi yang melambangkan perjalanan hidup manusia dalam falsafah Jawa. Dari benih lahir kehidupan dengan tujuan mulia, tumbuh untuk mengamalkan kebaikan, hingga akhirnya melahirkan benih-benih kebaikan baru.
Melalui karya tersebut, Ardhana ingin menegaskan kembali jati diri warga Jogja sebagaimana tercermin dalam tema utama. Ia menjelaskan warga Jogja lahir dari nilai-nilai luhur, tumbuh dalam falsafah, serta dijaga oleh tradisi. Nilai tersebut berpuncak pada filosofi ‘Sangkan Paraning Dumadi’.
"Saya ingin mengajak kembali kepada kita, seluruh warga Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk kembali pada jati diri kita sendiri. Sebagaimana Jogja ini dibangun dari awal berdiri, dibesarkan kita bersama-sama di sini," katanya.
"Yakni dari mana kita berasal, ke mana kita bercermin pada diri kita sendiri, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kepada orang sekitar kita, juga pada alam sekitar kita. Dan ketika sudah melangkah jauh, ke mana kita akan menuju? Yaitu titik ‘Dumadi’. Titik Dumadi adalah jati diri kita sendiri ketika kita menjadi sesuatu," ucapnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Hari Jadi DIY ke-271, Srie Nurkyatsiwi, menyampaikan seluruh rangkaian peringatan akan berlangsung mulai 11 Februari hingga 11 April 2026 dan diperingati hingga tingkat kelurahan maupun kalurahan. Peringatan tahun ini, diharapkan memberi multiplier effect bagi ekonomi, sosial, hingga kebersihan lingkungan melalui Lomba Kebersihan Kantor.
"Hari jadi ini akan kita laksanakan mulai 11 Februari sampai 11 April. Tentunya di dalam peringatan ini akan diadakan beberapa event kegiatan. Kemarin kita sudah koordinasikan yang nantinya Hari Jadi ini akan diperingati oleh seluruh warga DIY sampai ke tingkat kelurahan maupun kalurahan," katanya.

7 hours ago
2
















































