PBB Kutuk Tindakan Israel Hancurkan Kantor UNRWA di Sheikh Jarrah

1 month ago 19

Buldoser Israel menghancurkan sebagian kantor pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, 20 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (20/1/2026) mengutuk tindakan pasukan Israel yang menghancurkan bangunan di dalam markas besar badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki. PBB menyatakan bahwa UNRWA mematuhi standar netralitas yang ketat.

"Sekjen mengutuk keras tindakan otoritas Israel yang menghancurkan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq, dalam konferensi pers.

Haq mengatakan: "Sekjen memandang tindakan eskalasi yang terus berlanjut terhadap UNRWA sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Karena, PBB memiliki kekebalan dan perlindungan.

Hal tersebut tidak sesuai dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional, termasuk berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa."

"Sekjen mendesak Pemerintah Israel untuk segera menghentikan penghancuran kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, dan mengembalikan serta memulihkan kompleks dan tempat UNRWA lainnya kepada PBB tanpa penundaan," tambahnya.

Bulan lalu, Knesset Israel mengesahkan undang-undang untuk memutus pasokan listrik dan air ke kantor UNRWA di Yerusalem Timur. Sebelumnya, pada 2024, Knesset mengesahkan undang-undang yang melarang aktivitas badan PBB tersebut di Israel, dengan tuduhan bahwa beberapa karyawan UNRWA terlibat dalam peristiwa 7 Oktober 2023, klaim yang telah dibantah oleh badan tersebut. 

sumber : Antara, Anadolu

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|