Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Agresi Zionis Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran hingga Senin (23/3/2026) memasuki pekan ke-4, atau hari ke-23 sejak serangan pertama Sabtu (28/2/2026). Angkatan Bersenjata Iran dikabarkan mulai mengubah strategi perangnya dari bertahan ke strategi menyerang.
Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Central Headquarter Mayor Jenderal (Mayjen) Ali Abdollahi mengatakan, perubahan strategi bertahan ke bentuk penyerangan melihat peperangan yang saat ini memasuki fase intensitas tinggi.
“Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan peralihan strategi dari pertahanan ke serangan,” kata Mayjen Abdollahi seperti dikutip dari laman Almayadeen, Senin (23/3/2026).
Mayjen Abdollahi mengatakan, strategi menyerang juga dilakukan untuk memberikan perhitungan serius terhadap Zionis-AS. “Iran mengubah untuk memberikan perhitungan yang serius terhadap musuh, dengan menggunakan senjata-senjata yang baru dikembangkan,” ujar dia.
Strategi menyerang, kata Mayjen Abdollahi juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan militer di titik-titik pertahanan Iran.
Angkatan Bersenjata Iran, kata Mayjen Abdollahi dalam strategi menyerang masih mengandalkan persenjataan produksi dalam negeri. Dia memastikan intensitas penyerangan terhadap target-target musuh akan terus dilakukan.
“Musuh-musuh kita telah menguji beberapa kemampuan kita selama ini. Dan kita akan terus maju untuk lebih mengejutkan mereka lagi,” ujar Mayjen Abdollahi.

6 hours ago
2
















































