Eks Petinggi AS: Kirim Tentara ke Pulau Khargh Cuma Jadi Bencana Buat Amerika, Sasaran Empuk Iran

6 hours ago 3

Asap mengepul dari kilang minyak yang rusak akibat serangan Iran, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Haifa, Israel, 19 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID WASHINGTON -- Mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent menilai bahwa rencana pengerahan pasukan AS ke Pulau Kharg akan menjadi bencana. Pengerahan itu berisiko membuat pasukan AS menjadi 'sandera' senjata-senjjata Iran.

"Saya hanya berpikir itu akan menjadi bencana," kata Kent dalam sebuah wawancara dengan Washington Post.

"Pada dasarnya, itu akan memberikan Iran sejumlah sandera di sebuah pulau yang dapat mereka bombardir dengan drone dan rudal," tambahnya.

Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan untuk merebut Pulau Kharg, Iran, sebagai tekanan agar Teheran kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Ahad (22/3) mengonfirmasi bahwa semua opsi tetap terbuka dan tidak mengesampingkan kemungkinan pengiriman pasukan AS ke pulau Iran tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, termasuk Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel, serta target-target militer AS di Timur Tengah. Belakangan Trump telah mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah Tengah merespons sikap Iran yang juga tak mau menyerah. 

Di Washington, Senator Tim Kaine dari Virginia menuduh Trump mengirim putra dan putri AS ke medan perang karena pengusaha real eastate itu masih belum bisa menerima kekalahannya dalam pemilihan umum 2020.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|