Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri (GIM) sekaligus Ketua Dewan Pembina Garuda Indonesia, Heikal Safar SH.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gerakan Indonesia Mandiri (GIM), Heikal Safar SH menyatakan sangat mendukung wacana penghematan anggaran negara jika gubernur dipilih langsung oleh presiden, serta bupati/wali kota dipilih langsung oleh gubernur. Hal itu didasarkan pada argumen penghematan biaya pilkada (pemilihan kepala daerah) langsung yang memang sangat mahal.
Heikal pun mendukung gagasan pemilihan kepala daerah secar tidak langsung. Menurut dia, biaya logistik, kampanye, pengawasan, dan pengamanan, yang ditanggung oleh APBD, bisa dialihkan untuk alokasi pendidikan dan kesehatan.
Heikal memandang, selama ini, proses pemilihan kepala daerah berlangsung sangat memprihatinkan. Hal itu lantaran anggaran negara atau uang rakyat dihambur-hamburkan setiap lima tahun sekali, dengan partisipasi pemilih rendah.
Dia menyarankan, anggaran pilkada dialihkan untuk program strategis nasional yang bisa mensejahterakan masyarakat. "Seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, transportasi gratis dan program lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya fakir miskin dan anak-anak terlantar wajib dipelihara oleh negara," ucap Heikal di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Ketua Dewan Pembina Garuda Indonesia tersebut menegaskan, Indonesia ke depannya wajib menjadi negara maju. Tentu, sambung dia, syaratnya seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu dan berjuang membangun Indonesia dari segala potensi yang ada di seluruh Tanah Air. Selama ini, proses pilkada langsung membuat masyarakat terpecah.

1 month ago
18

















































