Pakar Pertahanan Israel Takut Turki dan Mesir Kembangkan Teknologi Nuklir

3 weeks ago 4

Militer Turki bersiaga.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Ketua Dewan Direksi Rafael Advanced Defence Systems (RADS), Yuval Steinitz, memperingatkan Israel agar mengawasi negara-negara di kawasan seperti Mesir dan Turki agar tak diam-diam mengembangkan senjata nuklir.

Steinitz merupakan tokoh senior di bidang pertahanan serta keamanan Israel. Sedangkan RADS adalah perusahaan pertahanan milik Pemerintah Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, Steinitz mengatakan, Israel sedang mempersiapkan kemungkinan jika seandainya perundingan Amerika Serikat (AS) dengan Iran terkait program nuklir milik Teheran menghadapi kebuntuan. Namun Steinitz menekankan apa yang disebutnya sebagai risiko regional yang lebih luas.

"Negara seperti Israel harus mengkhawatirkan segala hal, dan kita harus memantau dengan cermat negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Mesir dan Turki, untuk memastikan mereka tidak secara diam-diam mengembangkan senjata nuklir," kata Steinitz, seperti dikutip laman Middle East Monitor, Senin (16/2/2025).

Steinitz tak memungkiri bahwa Israel akan merasa sangat terancam jika Iran memiliki senjata nuklir. "Saya lebih memilih hidup di bawah ancaman 10 ribu rudal balistik daripada di bawah ancaman satu bom nuklir,” ujarnya, merujuk pada Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|