Pembiayaan CIMB Niaga Syariah Tembus Rp 55,7 Triliun, Cabang Digital Jadi Andalan

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembiayaan Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk mencapai Rp 55,7 triliun hingga akhir 2025. Capaian ini menegaskan tren pertumbuhan bisnis syariah perseroan di tengah perubahan perilaku nasabah yang kian mengarah ke layanan digital.

Di saat yang sama, kinerja CIMB Niaga secara konsolidasi juga menunjukkan hasil solid. Sepanjang 2025, bank mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 8,8 triliun. Total kredit atau pembiayaan tumbuh 4,5 persen secara tahunan menjadi Rp 238,3 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 270,5 triliun, ditopang pertumbuhan dana murah (CASA) 10,1 persen menjadi Rp 189,5 triliun.

Di lini syariah, selain pembiayaan, DPK tercatat sebesar Rp 50,3 triliun. Pertumbuhan ini ditopang penguatan jaringan komunitas dan kemitraan berbasis prinsip syariah yang terus diperluas.

Perubahan perilaku nasabah yang semakin digital juga tercermin dari tingginya adopsi layanan. Sekitar 91,6 persen transaksi nasabah CIMB Niaga sepanjang 2025 telah dilakukan melalui kanal digital. Kondisi ini mendorong bank mempercepat integrasi layanan digital dan kantor cabang melalui konsep hybrid banking.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P Djajanegara, mengatakan konsep Syariah Digital Branch menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat, namun tetap personal.

“Nasabah kini ingin proses yang praktis dan efisien, tetapi tetap ada dukungan ketika dibutuhkan. Digital branch kami hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” ujarnya dalam keterangan dikutip Senin (23/3/2026).

Pembukaan Syariah Digital Branch di Bogor menjadi bagian dari strategi tersebut. Cabang ini memungkinkan nasabah membuka rekening, mengganti kartu, hingga memperbarui data dalam hitungan menit tanpa antre panjang.

Sebelum berekspansi ke Bogor, konsep serupa telah lebih dulu dihadirkan di sejumlah kota seperti Serpong di Tangerang, Makassar, Medan Ring Road, dan Bireuen. Ekspansi ini menunjukkan model layanan digital cabang mulai menjadi tulang punggung pengembangan bisnis syariah perseroan.

Model ini juga diproyeksikan menjadi acuan utama setelah Unit Usaha Syariah CIMB Niaga melakukan spin off menjadi bank umum syariah tersendiri. Dengan struktur baru tersebut, pengembangan jaringan diperkirakan tidak lagi bertumpu pada cabang konvensional dalam jumlah besar, melainkan pada format digital branch yang lebih efisien dan fleksibel.

Melalui pendekatan tersebut, bank tetap dapat memperluas jangkauan layanan tanpa harus menanggung biaya operasional tinggi, sekaligus menjaga sentuhan layanan personal yang dibutuhkan nasabah.

Ke depan, strategi ini diharapkan tidak hanya mempercepat ekspansi bisnis setelah spin off, tetapi juga mendorong inklusi keuangan syariah yang lebih luas di masyarakat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|