Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi

2 hours ago 1

  Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi

Region CEO Bank Mandiri Region VII Jawa 2 Semarang (Jawa Tengah/DIY) Iwan Tri Imawan saat audiensi Mandiri Jogja Marathon 2026 dengan Wakil Gubernur DIY di Kepatihan./Istimewa

Road to MJM 2026 : Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi, Bank Mandiri Kejar Multiplier Effect bagi Masyarakat Sepanjang Jalur Lari

Harianjogja.com, SLEMAN -- Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui sosialisasi perizinan rute di sepanjang jalur lomba. Tak hanya sekadar urusan teknis perizinan jalan, pertemuan ini juga menjadi upaya Bank Mandiri memastikan 'multiplier effect' ekonomi bagi warga sekitar.

Dengan melibatkan masyarakat, penyelenggara berharap geliat ekonomi melalui UMKM dan desa wisata dapat tumbuh optimal. Langkah ini dirancang agar kehadiran ribuan pelari pada 21 Juni mendatang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi wilayah yang dilintasi.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan menyampaikan bahwa gelaran MJM selalu mengambil pendekatan kolaboratif dengan masyarakat. Pendekatan ini menjadi salah satu fokus utama penyelenggara dalam persiapan MJM 2026.

Diungkapkan Iwan, MJM telah menjadi wadah membangun antara perseroan dengan masyarakat dari waktu ke waktu. Tahun ini MJM memasuki edisi kedelapannya. Maka selama itulah sinergi antara Bank Mandiri dan masyarakat terus dibangun dalam setiap gelaran MJM.

"Mandiri Jogja Marathon telah menjadi momentum bagi kami membangun sinergi bersama masyarakat dan pemerintah daerah," tutur Iwan dikutip pada Senin (11/5/2026).

Melalui kegiatan Road to MJM 2026, Bank Mandiri tidak hanya memastikan kesiapan pelaksanaan acara berjalan lancar, tetapi mempertegas komitmennya dalam mewujudkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif menggandeng masyarakat di sepanjang jalur MJM telah dilakukan secara konsisten dalam setiap tahunnya sebagai upaya membangun keterlibatan dan rasa memiliki masyarakat terhadap perhelatan tersebut.

"Karena itu, sejak awal kami aktif melakukan sosialisasi sekaligus menghadirkan program-program sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sepanjang rute lari," tegasnya.

Sosialisasi pelaksanaan kegiatan Mandiri Jogja Marathon 2026 juga dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di Kalasan. Dalam kesempatan itu hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agung Armawanta, Camat Prambanan Klaten, Rasidi, Vice President/Corporate Event
Corporate Secretary, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Fauziah Ulfah hingga ISport selaku penyelenggara race organizer. Dalam pertemuan ini dijelaskan gambaran besar penyelenggaraan MJM 2026. Penyelenggara juga banyak menjaring masukan pemangku wilayah.

Sosialisasi pelaksanaan MJM 2026 dilakukan di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari rute lomba, meliputi Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Di Kabupaten Sleman, kegiatan ini menjangkau wilayah Kapanewon Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, hingga Prambanan Sleman. Sementara di Kabupaten Klaten, sosialisasi dilakukan di wilayah Prambanan Klaten.

Secara lebih rinci, desa dan kelurahan yang menjadi bagian dari sosialisasi tersebut mencakup Wukirsari, Argomulyo, Wedomartani, Widodomartani, Umbulmartani, Bimomartani, Tamanmartani, Tirtomartani, Selomartani, Purwomartani, Bokoharjo, Bugisan, Kokosan dan Tlogo.

Sejalan dengan sosialisasi tersebut, Bank Mandiri juga menyelenggarakan berbagai program TJSL melalui inisiatif Mandiri Sahabat Desa dan Mandiri Bakti Kesehatan. Program itu difokuskan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat budaya di DIY.

Melalui Mandiri Sahabat Desa, perseroan melaksanakan beragam kegiatan sosial dan ekonomi di 28 desa sepanjang rute MJM 2026 dan kawasan Prambanan. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk perbaikan jalan desa, pembuatan batas desa, aksi bersih lingkungan, hingga penyaluran 2.800 paket sembako melalui program Mandiri Berbagi.

Bank Mandiri juga secara konsisten menghadirkan bantuan sosial dan kegiatan sosialisasi di setiap penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon. Hal itu menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk mengajak masyarakat setempat menjadi bagian dari perhelatan MJM.

Harapannya dampak ekonomi dan sosial dari penyelenggaraan marathon dapat dirasakan lebih luas oleh ekosistem sekitar lokasi MJM, sekaligus memperkuat positioning MJM bukan hanya sebagai ajang olahraga, melainkan ekosistem kolaboratif yang tumbuh bersama komunitas, budaya, dan ekonomi lokal.

Bank Mandiri juga menghadirkan program literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM desa melalui UMKM Festival. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat serta memperluas inklusi keuangan di wilayah pedesaan.

Tak hanya menyasar masyarakat desa, Bank Mandiri kembali menghadirkan Mandiri Bakti Kesehatan yang ditujukan bagi para abdi dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Program tersebut meliputi layanan Mini General Check Up (Mini GCU) bagi ribuan abdi dalem serta khitanan massal bagi anak-anak di sekitar Prambanan dan keluarga abdi dalem.

"Kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon tidak hanya meninggalkan pengalaman berkesan bagi para pelari, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan komunitas lokal secara berkelanjutan," tukasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|